YOGA ASMA : Penderita asma berlatih menyatukan mind, body and soul untuk mengurangi asma yang dideritanya. DUTA/istimewa

Ada banyak cara untuk bisa mengurangi sesak napas akibat asma. Alternatif selain pengobatan medis banyak dilakukan. Ada senam asma yang sudah banyak dilakukan. Ada satu lagi yang kini mulai digemari para penderita asma yakni yoga pranayama. Karena yoga bisa memasukan pikiran (mind), raga (body) dan jiwa (soul) sehingga membuat pasien bisa tenang saat serangan asma terjadi.

Dosen Keperawatan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Iis Noventi S.Kep.,Ns.,M.Kep, mengajari para penderita asma yang menjadi pasien di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) untuk berlatih yoga pranayama.

Sejak akhir Januari 2019, Iis, panggilan akrab dosen sekaligus instruktur yoga ini memberikan pelatihan yoga pranayama di halaman kampus C Unair kepada para penderita yang berjumlah antara 15 hingga 20 orang usia 20-an hingga 85 tahun.

“Alhamdulillah, pelan-pelan mereka merasa lebih enak. Dari semula mereka yang susah mengangkat jemuran, sekarang sudah mulai bisa. Kualitas hidup mereka sudah mulai meningkat,” ujar Iis.

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas.

Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus atau bahkan terpapar zat kimia.

Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini.

Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit.

Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit dilakukan.

Karena itu, dikatakan Iis, dengan latihan yoga pranayama ini, pasien diajak untuk melakukan gerakan-gerakan ringan. “Intinya kan memadukan mind, body and soul caranya dengan meditasi, stretching dan relaksasi. Pasien diajak lebih banyak melatih nafasnya karena ketika serangan yang mereka rasakan adalah sesak nafas, ketika itu yang ada hanya rasa cemas,” jelasnya.

Di latihan awal, Iis mengajak penderita untuk  melakukan gerakan inti yakni latihan nafas dan membuka otot dada serta pernafasan perut.

Lambat-laun gerakan mulai ditambah seiring dengan mulai ada kekuatan penderita untuk melakukan gerakan lainnya. Yakni gerakan ke arah kaki dan gerakan lain yang membutuhkan kekuatan.

Pertemuan setiap minggu yang dilakukan Iis kepada para penderita asma ini nampaknya disukai penderita. Karena diakui Iis, dia juga mengajari penderita bagaimana menghadapi kondisi di saat asma menyerang.

“Kita ajari mereka untuk bersikap tenang saat asma menyerang, ambil nafas dalam-dalam. Lalu  melakukan gerakan yang sudah diajarkan,” tuturnya.

Gerakan-gerakan yoga ini bisa dilakukan di rumah terutama saat seragan asma. DUTA/istimewa

Seragan asma memang tidak bisa diprediksi datangnya. Pasien dengan asma ini biasanya akan merasakan kecemasan luar biasa ketika tidak bisa bernafas. Mereka biasanya hanya mengandalkan obat hirup atau obat-obatan lain dari dokter.

Dengan yoga pranayama ini, pasien sudah mulai mengurangi ketergantungan dengan obat-obatan dan sejenisnya.

“Pelatihan ini juga dipantau oleh mahasiswa S3 Unair, yang meneliti apakah dengan yoga pranayama ini pasien bisa bebas ketergantungan obat, dan ternyata ada yang bisa. Selain itu, dari grup yoga yang kami bentuk banyak pasien yang melakukan testimoni bahwa penyakit mereka semakin berkurang,” tambahnya.

Karena itu, Iis mengaku ingin membuka klub yoga pranayama khusus penderita asma. Karena Iis melihat,dengan yoga ini banyak penderita asma yang menyukai dan ingin terus berlatih yoga bersama. “Mereka tidak mau bubar grup ini, ingin terus berlanjut. Insya Alloh akan saya fasilitasi.” tandas  Iis.

Dosen Keperawatan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Iis Noventi S.Kep.,Ns.,M.Kep. DUTA/istimewa

Dengan cara ini, Iis mengaku bisa membuat kualitas hidup penderita asma lebih baik sehingga harapan hidup mereka juga akan semakin baik.

Karena dari data riset kesehatan dasar oleh Kementrian Kesehatan RI  pada 2013 memperkirakan jumlah pasien asma di Indonesia mencapai 4.5 persen dari total jumlah penduduk.

Provinsi Sulawesi Tengah menduduki peringkat penderita asma terbanyak sebanyak 7.8 persen dari total penduduk di daerah tersebut.

Menurut data yang dikeluarkan WHO pada bulan Mei 2014, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk.

Setelah dilakukan penyesuaian umur dari berbagai penduduk, data ini sekaligus menempatkan Indonesia di urutan ke-19 di dunia perihal kematian akibat asma.

Di 2018 dan 2019 ini kemungkinan besar, data itu semakin bertambah seiring semakin banyaknya manusia terserang polusi dan udara kotor yang menyebabkan tersumbatnya saluran pernafasan. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.