
SURABAYA | duta.co – Dua dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK), Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Umdatus Soleha dan Chilyatiz Zahroh melakukan kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Kegiatan yang digelar 25 – 27 Juli 2025 lalu di Kuala Lumpur itu bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Internasional (PCI) Muslimat Nahdlatul Ulama, Malaysia.
Ketua Pengmas, Umdatus Soleha mengatakan digelarnya kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat Indonesia yang ada di Malayaia akan penyakit hipetnesi terkait penatalaksanaan dan pola hidup sehat bagi penderita hipertensi.
“Agar bagi yang belum terkena penyakit ini bisa lebih waspada dan bagi yang sudah mengalami penyakit ini agar lebih berhati-hati,” ujar Umdatus, Selasa (5/8/2025).
Karena kegiatan ini melibatkan banyak pihak. Diakui Umdatus, ada puluhan orang yang terdiri dari masyarakat umum, kader kesehatan, tokoh masyarakat serta mereka yang memiliki keluarga dengan hipertensi.
“Peserta dari berbagai tingkatan usia. Data sasaran berdasarkan gender terdiri dari 84% adalah perempuan dan 16% laki-laki. Sedangkan berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah 53% menderita hipertensi dan 47% memiliki tekanan darah yang normal,” katanya.
Tingkat pengetahuan sebelum dilakukan edukasi, distribusi frekuensi penderita berdasarkan tingkat pengetahuan sebagai berikut; 56,2% pengetahuan buruk, 38,2% pengetahuan cukup baik dan hanya 5,6% yang memiliki pengetahuan baik.
Pengetahuan yang rendah menunjukkan rendahnya persepsi risiko terhadap hipertensi. Menurut HBM, tingkat pengetahuan merupakan faktor utama dalam membentuk kesadaran dan niat untuk melakukan perubahan perilaku.
Setelah diberikan intervensi tingkat pengetahuan sasaran terdistribusi yakni 19,1% pengetahuan buruk, 22,4% pengetahuan cukup baik dan 58,5% yang memiliki pengetahuan baik. “Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman sasaran mengenai penyakit hipertensi,” jelasnya. ril/hms








































