
NGANJUK | duta.co – Tim pengabdian masyarakat (pengmas) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) melakukan kegiatan di Dusun Kebonagung, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk Sabtu (23/8/2025) lalu
Pengmas diketuai drh Reina Puspita Rahmaniar, dengan anggota drh Dyah Widhowati dan drh Adhitya Yoppy Ro Candra. Serta paramedis Nurul Herawati dan juga mahasiswa FKH dan alumni. Yakni Amalluhu Fisabilillah dan Irfan Danny Ramadhan serta alumni Yoga Dwi Putra Pamungkas.
Juga didukung para mitra peternak salah satunya Suparlan. Sehingga Pengmas dengan judul ”Pencegahan Penyakit Virus Bovine Ephemeral Fever melalui Pemberian Penyuluhan, dan Desinfeksi di Dusun Kebonagung, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk” itu berjalan sukses.
‘Pengabdian Masyarakat ini merupakan kegiatan yang didanai oleh Universitas Wijaya Kusuma Surabaya melalui LPPM UWKS,” kata drh Reina dalam keterangannya, Kamis (28/8/2025).
Dikatakan drh Reina Puspita Rahmaniar, pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencegah penyakit BEF melalui penyuluhan tentang penyakit, desinfeksi, praktik membuat desinfektan serta pengaplikasian desinfektan sekaligus edukasi pada masyarakat agar ternak terhindar dari penyakit.
“Urgensi dilakukan pengabdian ini yaitu atas dasar permasalahan yang dihadapi peternak, antara lain peternak masih belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai cara pencegahan penyakit, terutama penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Bovine Ephemeral Fever (BEF), kondisi kandang terbuka, tidak ada light trap, sehingga vektor mudah sekali masuk, peternak belum menerapkan prinsip desinfeksi untuk mencegah dan mengendalikan penyakit,” jelasnya.
Ditambahkan drh Dyah Widhowati, BEF merupakan preventable disease, virus penyebab BEF memiliki amplop, virus mudah dimatikan dengan desinfektan, baik desinfektan dari kimia maupun bahan yang bersifat alami. Sementara drh Adhitya Yoppy Ro Candra menyampaikan pengabdian ini sangat tepat sasaran, di Dusun Kebonagung, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk sangat mudah didapatkan bahan alami yang bersifat dapat membunuh virus, bakteri, jamur serta antiparasit, seperti bahan batang sereh, jeruk nipis dan daun sirih.
“Teknis pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari beberapa tahapan. Pertama dilakukan penyuluhan pada peternak mengenai penularan serta pencegahan penyakit, pentingnya desinfektan, macam-macam desinfektan, serta melakukan praktik langsung membuat desinfektan dari bahan alami,” tuturnya.
Harapan dengan adanya kegiatan ini semoga dapat mencegah terjadinya penyakit serta mengendalikan penyebaran penyakit BEF maupun penyakit lain seperti penyakit mulut dan kuku serta penyakit lainnya pada hewan ternak di Dusun Kebonagung, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk. ril/lis





































