Para santri dan santriwati Pondok Pesantren Darussalam Al Faisholiyah Madura saat dilatih menjadi inisiator kesehatan berbasis masyarakat. DUTA/ist

SAMPANG | duta.co – Dua dosen Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa) yakni dr Marselli Widya Lestari, MKM dan Dr dr Wiwik Winarningsih, MARS memberikan pembinaan santri dan santriwati di Pondok Pesantren Darussalam Al-Faisholiyah, Sampang, Madura.

Pembinaan itu untuk menjadikan para santri dan santriwati sebagai inisiator kesehatan berbasis masyarakat.

Seperti diketahui, para santri dan santriwati di pondok pesantren itu bukan sekadar belajar ilmu agama. Mereka juga harus belajar ilmu akademik dan harus bisa mengatur diri sendiri selama tinggal di sana.

Menjaga kesehatan juga dibutuhkan terutama menjaga kesehatan dan kebersihan diri sendiri dan juga lingkungan.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Kondisi kesehatan di pondok pesantren pada umumnya masih memerlukan perhatian khususnya meliputi tiga aspek, yaitu akses pelayanan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat serta kesehatan lingkungan. Sehingga perlu adanya pembinaan serta pemberdayaan masyarakat di pondok pesantren termasuk Poskestren itu.

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu bentuk strategi yang digunakan dalam pembangunan kesehatan. Dalam Bidang kesehatan, wujud pemberdayaan masyarakat dikenal dengan istilah UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) salah satunya yaitu Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren).

“Banyak pondok pesantren yang sudah memiliki Poskestren, termasuk di Ponpes Darussalam Al-Faisholiyah. Namun banyak pondok yang kurang memfungsikan keberadaan Poskestren itu,” ujar dr Marselli Widya Lestari.

Tujuan dari poskestren itu sendiri adalah meningkatkan pengetahuan dan sikap perilaku hidup bersih (PHBS) warga pondok pesantren maupun masyarakat sekitar, meningkatkan peran aktif warga pondok pesantren dalam penyelenggaraan upaya kesehatan, serta terpenuhnya pelayanan kesehatan dasar bagi warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar.

Di Ponpes Darussalam Al-Faisholiyah ini dua dosen ini memberikan edukasi, pelatihan dan pembinaan bagi santri dan santriwati agar bisa menjadi kader dan inisiator kesehatan di pondok pesantren.

Dalam kegiatan sosialisasi yang diadakan awal Juni 2022 silam itu, didapatkan bahwa ada peningkatan pengetahuan santri tentang poskestren. Setelah dilakukan evaluasi, seluruh responden (100%) mengalami peningkatan pengetahuan tentang Poskestren.

“Hal tersebut dapat dibuktikan dari hasil evaluasi yang dilakukan melalui pengisian kuesioner yang diberikan setelah diadakannya sosialisasi. Seluruh responden (100%) juga bersedia untuk mengikuti sosialisasi kembali serta membantu menyebarkan informasi yang mereka dapatkan dari sosialisasi tersebut ke lingkungan sekitar,” jelasnya.

Dengan adanya eningkatan pengetahuan santri dan santriwati ini diharapkan kedepannya para santri maupun santriwati dapat berperan untuk menjaga kondisi kesehatan lingkungan pondok pesantren. Salah satu cara untuk berperan dalam menjaga kondisi Kesehatan lingkungan pondok pesantren ialah menjadi santri husada.

Apabila peranan santri husada berjalan dengan baik diharapkan UKBM (Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat) dapat berjalan dengan baik pula sehingga terciptanya lingkungan pesantren yang sehat. ril/hms

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry