Bidan dan dokter umum praktik menjahit vagina pascapersalinan normal dengan daging lidah sapi sebagai pengganti. DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Dokter dan bidan dari beberapa puskesmas di Kota Surabaya diberi pelatihan oleh para dokter dari Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga.

Bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Sabtu (18/10/2025), para petugas kesehatan itu dilatih melakukan diagnosa secara lebih tepat dan penatalaksanaan secara lebih optimal pada pasien pascapersalinan.

Dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Prof Dr dr Eighty Mardiyan Kurniawati, SpOG,Subsp Urogin Re, dr Gatut Hardianto, SpOG, Subsp Urogin Re, dr Tri Hastono Setyo Hadi, SpOG, Subsp Urogin Re, dr Riska Wahyuningtyas, SpOG, dr M Dimas Abdi Putra, SpOG dibantu Trainee Urogin yakni dr Mita Herdiyantini, SpOG, dr Rico, SpOG.

Para bidan dan dokter umum dari beberapa puskesmas di Surabaya mempraktikkan cara menjahit vagina pascapersalinan normal dengan bahan pengganti dari daging lidah sapi saat pelatihan yang digelar dosen FK Unair di Kantor Dinkes Surabaya, Sabtu (18/10/2025). Mereka didampingi dokter ahli kandungan yang kompeten. DUTA/endang

Kegiatan ini digelar karena banyaknya kasus rujukan pasien ke Rumah Sakit Dr Soetomo dan Rumah Sakit Unair yang mengalami masalah pascapersalinan normal.

Salah satu anggota tim pengabdian masyarakat FK Unair, dr Riska mengatakan biasanya permasalahan yang dialami para pasien pascapersalinan normal adalah jahitan di vagina yang tidak menyatu dengan daging, nyeri saat berhubungan suami istri hingga buang air besar yang keluar lewat vagina, bukan dubur.

“Ini memang tidak mengancam nyawa tapi akan menurunkan produktivitas dan kualitas hidup seseorang. Mereka tidak akan nyaman dengan kondisi itu,” kata dr Riska di sela acara.

Ditambahkan dr Riska, kondisi yang dialami pasien itu biasanya robekan pada vagina saat melahirkan sudah di derajad tiga atau empat. Di derajad ini seharusnya dokter umum dan bidan tidak boleh melakukan penjahitan sendiri, karena kompetensi yang belum memadai.

Pendampingan praktik penjahitan didampingi dokter spesialis dari FK Unair. DUTA/endang

“Mereka harus merujuknya, karena penanganan hanya boleh dilakukan dokter spesialis. Dokter umum dan bidan hanya boleh melakukan penanganan jika robekan di derajad satu atau dua. Jika dipaksa melakukan maka akan bermasalah di kemudian harinya,” ungkapnya.

Biasanya kata dr Riska, dokter umum dan bidan di puskesmas itu kurang cermat mendiagnosa robekannya. Seharusnya robekan itu di derajad tiga atau empat, mereka mengira di derajad satu dan dua. “Sehingga kami juga memberikan edukasi bagaimana mendiagnosa robekan secara cermat, di derajad berapa robekannya agar penanganan juga tepat,” jelasnya.

Jika terjadi permasalahan seperti itulah, biasanya pasien yang dirujuk ke dokter spesialis tidak langsung ditangani. Dokter akan melakukan tindakan setelah tiga bulan pascapersalinan.

Hal itu dilakukan, agar kondisi luka jahitan sebelumnya sudah mulai mengering dan tidak lagi bengkak. Karena jika dipaksakan maka akan menimbulkan infeksi. “Tiga bulan dengan kondisi tidak nyaman pasti akan menyiksa, karenanya diagnosa harus benar-benar tepat,” tandasnya.

Dokter Gatut Hardianto menambahkan pelatihan seperti ini bagi bidan dan dokter umum yang bertugas di puskesmas sangatlah penting. Karena para garda terdepan itu harus terus upgrade pengetahuan dan kemampuan dirinya, baik dalam hal tindakan dan diagnosa.

“Karena ilmu terus berkembang. Kalau dulu, penjahitan cukuo dengan teknik begini dan memakai benang ini, tapi ternyata berkembang dengan teknik jahit seperti ini dan benang yang model baru lagi. Jadi harus terus diasah agar kompetensi meningkat,” jelasnya.

Fian Tantri, bidan dari Puskesmas Dupak mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat. Dia merasa merefresh lagi pengetahuan dan ilmu yang dimilikinya

“Sudah 16 tahun jadi bidan, skill tetap harus terus dilatih agar bisa lebih kompeten untuk melayani masyarakat,” tukasnya.

Di kegiatan yang bertajuk A-Preserve (Airlangga Perineal Repair Workshop for Health Service in Surabaya itu juga dilakukan praktik menjahit vagina pasca persalinan yang diganti dengan daging lidah sapi. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry