PERTUKARAN : Ketua STIE Perbanas Yudi Sutarso (tengah) memberikan jaket kepada perwakilan mahasiswa yang hendak berangkat ke Filipina, di kampus 1 Nginden Semolo, Selasa (2/4). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Tiga belas mahasiswa dan empat dosen STIE Perbanas Surabaya ‘melancong’ ke Filipina. Mereka tidak sembarang melancong melainkan mengikuti program pertukaran mahasiswa dan dosen ke megaranya Marcos itu.

Pelepasan 13 mahasiswa dan empat dosen dilakukan Ketua STIE Perbanas, Yudi Sutarso, Selasa (2/4) di kampus Nginden Semolo Surabaya.

Yudi mengaku ini sebuah langkah implementasi STIE Perbanas agar memiliki wawasan global bukan hanya mahasiswa tapi juga dosen.

Para delegasi itu akan dikirimkan ke Mountain Province State Polytecnic College (MPSPC) Philippines.

“Sebenarnya kami sudah menjajaki banyak kerjasama. Ada dengan Belanda, ke Australia juga pernah. Negara-negara Asean juga sudah ada yang pernah. Kita ratakan ke negara Asean dulu,” jelass Yudi.

Para delegasi itu selama semingggu akan mengikuti perkuliahan di kampus itu. Sementara pada dosen akan mengajar di kelas-kelas yang ada di sana.

Mereka akan bertukar informasi di bidang pendidikan, pengajaran, kebudayaan, penelitian, hingga bisnis yang dikembangkan oleh kampus maupun negara tujuan.

Yudi mengungkapkan pertukaran seperti ini sangat banyak manfaatnya bagi mahasiswa dan dosen. Mahasiswa bisa mengetahui bagaimana perbandingan sistem perkuliahan di Filipina dan di Indonesia.

“Pengalaman mereka belajar di sana sangat bermanfaat. Ini akan menjadi nilai tambah bagi akademik mereka,” tukasnya.

Head of International Office STIE Perbanas Surabaya, Rovila El Maghviroh menjelaskan tahun ini pihaknya memang telah menjalin kerjasama dengan Mountain Province State Polytecnic College (MPSPC) Philippines selain dengan Utrecht University The Netherlands.

Semua mahasiswa yang didelegasikan ini sudah melewati seleksi untuk mendapatkan Scholarships. Mulai dari motivation letter, focus group discussion, hingga interview. ”Semua tahapan seleksi menggunakan Bahasa inggris,” terangnya.

Selain dua kampus tersebut, Rovila El Maghviroh bersama dengan timnya juga telah menjajaki kerja sama dengan Rajamangala University of Technology Krungthep Thailand.

Hal tersebut diwujudkan dengan penandatanganan  Memorandum of Understanding (MoU) yang diwakili oleh Head of International Affairs Rajamangala University of Technology Krungthep’s Thailand, Nico Irawan. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.