KEDIRI|duta.co-UMKM wilayah Mataraman semakin tangguh, berdaya saing, dan mampu menembus pasar global, ini yang terus dilakukan Kantor Perwakilan BI Kediri. Salah satu upaya yang ditempuh dengan berpartisipasi dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang berlangsung 20–23 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

KKI tahun ini mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, dengan semangat “Beudaya Meusare Sare” Berdaya, Bersama-sama.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan, penguatan UMKM berlandaskan tiga kata kunci yaitu bangkit, tangguh, berdaya asing. Bangkit sebagai semangat pemulihan, tangguh melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing melalui inovasi produk serta perluasan akses pasar domestik maupun ekspor.

Gelaran ini diselenggarakan bersinergi dengan 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis, dihadiri pula oleh sejumlah menteri, pimpinan lembaga, duta besar, hingga pelaku usaha.

Sebagai bagian dari rangkaian Road to KKI 2026, BI Kediri sebelumnya telah menyelenggarakan Karya Kreatif Mataraman x Digital Mataraman Festival (KKM x DIGIMAFest) pada 26–28 Juni 2026 di Taman Hijau Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri. Diikuti oleh 71 UMKM produk unggulan dari 13 kabupaten/kota, kegiatan ini mencatatkan nilai transaksi penjualan daring maupun luring mencapai lebih dari Rp500 juta.

Sepanjang persiapan menuju KKI 2026, BI Kediri telah memfasilitasi business matching ekspor komoditas gula aren, kopi, dan kerajinan senilai Rp4,078 miliar, serta business matching pembiayaan senilai Rp7,69 miliar. Pembinaan UMKM mencakup sektor unggulan Mataraman meliputi kopi, pangan olahan, perikanan, gula aren, wastra, hingga kerajinan.

Pada KKI 2026, sebanyak 11 UMKM Mataraman berpartisipasi secara daring, antara lain Arbilest Kopi/Koperasi Gunung Buthag (Blitar), Yoris dan Alsafood (Pacitan), Mugo dan Adia Bag (Kota Kediri), Alya Batik (Trenggalek), Batik Murni (Madiun), Swarnabhumi (Nganjuk), Batik Satrio Manah dan Batik Gama (Tulungagung), serta Awicho (Ngawi). Secara luring diikuti Swarnabhumi/CV Adikarya dan Batik Alya, sementara Mugo/CV Nawasena serta Gula Aren Temon turut tampilkan produk melalui showcase.

Sejumlah UMKM Mataraman juga menjajaki peluang ekspor melalui business matching, antara lain Koperasi Kencana Mulya Sejahtera (kopi), PT RV Eternal Indotrading (kerajinan), Gula Aren Temon, serta CV Nawasena Pangan Kreatif (tepung premiks bebas gluten).

Pameran KKI 2026 diikuti lebih dari 550 UMKM secara luring dan lebih dari 1.300 UMKM secara daring melalui platform www.karyakreatifindonesia.co.id. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. (bud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry