Tampak Ketua Tim penguji Disertasi Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya DR. H. Mulyanto Nugroho, MM, CMA, CPAI (kiri) saat memberikan apresiasi kepada Dr Mohammad Mukhrojin. SPdI, SH, MSi (FT/IST)

SURABAYA | duta.co  – Peluang besar dimiliki Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur. Lembaga ini dipastikan mampu mengubah nasib mustahiq (penerima zakat) menjadi pemberi zakat (muzakki).  Salah satu kuncinya: distribusi perputaran dana yang bersifat produktif.

“Jika distribusi perputaran dana produktif ini berjalan dengan baik, lalu dibarengi pengembangan fungsi pengelolaan serta pengawasan yang terintegrasi, khususnya  terhadap keseluruhan kegiatan zakat oleh Baznas, maka, ada potensi besar BAZNAS untuk mengubah mustahiq menjadi muzakki,” demikian disampaikan Mohammad Mukhrojin (31) kepada duta.co, Minggu (05/5/2019).

Mukhrojin, Anggota Perkumpulan Pengacara Indonesia ini, Jumat (03/5) berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan Tim Penguji dalam sidang terbuka program Doktor Ilmu Administrasi Publik Pasca Sarjana Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ( UNTAG). Ia dinyatakan Lulus dengan predikat cumlode, mengantongi IPK 3,90 nyaris sempurna.

Putra kiai kampung dari pelosok desa ujung timur Kabupaten Banyuwangi, ini juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Bismar Al Mustaqim Surabaya. Dalam disertasinya, ia sengaja membedah “Implementasi Kebijakan Pengelolaan Zakat dalam Meningkatkan Peran dan Fungsi Kelembagaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Jawa Timur”.

“Saya melihat ada potensi dahsyat di sini. Kalau saja Baznas dikelola dengan benar dan ulet, maka, lembaga ini ikut mempercepat terkikisnya angka kemiskinan di Jawa Timur. Potensi lembaga ini tambah tahun tambah besar,” jelas lelaki yang pernah menjadi Juara Pemuda Pelopor tingkat kota Surabaya ini.

Masih menurut Mukhrojin, apa yang ditelitinya, telah menarik banyak orang. Termasuk para pemangku kebijakan. Dia harus menjelaskan dengan rinci di depan tim penguji yang berjumlah 9 orang dan 3 penanya akademik.

“Saya haqqul yaqin, kalau Baznas ini dikerjakan dengan sungguh-sungguh, maka, roda pemberdayaan ekonomi umat akan bergerak cepat,” tegas lelaki yang juga dosen Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panglima Sudirman Surabaya ini.

Dia juga mengaku terbelalak melihat potensinya. Di Jawa Timur,  potensi zakat mencapai belasan triliun. Dari angka itu yang berhasil diekspolrasi hanya sekitarsetengah triliun rupiah. Dengan demikian, peluang Baznas masih terbuka lebar.

Mukhrojin juga menuturkan suka dukanya merebut gelar doktor dalam waktu 3 tahun. Dia sendiri tak pernah membayangkan menyandang gelar doktor. Terlebih ia hanya berasal dari keluarga petani dari pelosok desa ujung timur Kabupaten Banyuwangi.

Hadir sebagai Ketua Tim penguji Disertasi Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya DR. H. Mulyanto Nugroho, MM, CMA, CPAI dengan Anggota Prof. Dr. H. Sukristyanto, MS selaku Promotor, DR. H. Achmad Sjafii, SH, M.Si, selaku Ko- Promotor, Prof Dr. Rudy Handoko, M.S, Selaku Ketua Prodi Ilmu Administrasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Dr. Endro Tjahjono, MM, selaku Dekan Fisip UNTAG Surabaya, Prof. Dr. Sam Abede Pareno, MM, MH, Prof. Dr. Arif Darmawan, SU, Prof. Dr. Made Warka, SH, M.Hum, Selaku guru besar UNTAG Surabaya serta penguji Eksternal seperti Prof. Dr. Setyo Yuwana, MA Guru Besar Universitas Negeri Surabaya. Disamping itu juga ada penguji akademik diantaranya Dr. H. Siswanto, S.Sos, MM selaku CEO PT. Indobismar, DR. KH. Supandi, M.Pd selaku Ketua PCNU Kabupaten Lamongan, dan Dr. Dodik Wahyono, SH, MM., MH., dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pangliman Sudirman Surabaya. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.