
SURABAYA | duta.co – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama Universitas Airlangga (Unair) menggelar Upstream Youth Camp (UYC) 2026 di Surabaya, Jumat (30/10/2026).
Mengusung tema “Menggali Potensi, Menggerakkan Energi”, kegiatan ini mempertemukan perspektif industri hulu migas, akademisi kampus, serta pengembangan diri generasi muda.
Melalui acara ini, mahasiswa diajak untuk mengenali lebih dekat peran strategis PHE, memahami tantangan sektor energi nasional, serta menyadari bagaimana keterampilan yang mereka bangun selama masa kuliah dapat menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.
Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE menjalankan rangkaian aktivitas hulu mulai dari eksplorasi, pengembangan, hingga produksi minyak dan gas bumi.
Sektor ini memegang peranan krusial sebagai fondasi awal rantai pasok energi yang menopang seluruh aktivitas ekonomi, industri, dan pembangunan nasional. Dalam operasionalnya, PHE terus berhadapan dengan dinamika pengembangan lapangan, penerapan teknologi mutakhir, serta pencarian sumber energi masa depan yang berkelanjutan.
Besarnya peran tersebut tercermin dari rekam jejak kontribusi PHE yang mengelola sekitar 27% wilayah kerja operator migas di Indonesia, dengan sumbangan signifikan mencapai kurang lebih 65% terhadap lifting minyak domestik dan 35% terhadap lifting gas domestik.
Pada semester I tahun 2026, volume produksi migas PHE tercatat berada di kisaran 935 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Skala operasional yang masif ini menuntut ketersediaan kapabilitas tinggi serta inovasi berkelanjutan dari berbagai lini keahlian.
Untuk menjawab kompleksitas tantangan tersebut, PHE terus mendorong pemanfaatan teknologi progresif, termasuk penerapan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) guna mengoptimalkan sumur-sumur mature, pengembangan potensi natural hydrogen, hingga inisiatif dekarbonisasi melalui teknologi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (CCS/CCUS).
Langkah-langkah strategis ini membuktikan bahwa industri energi modern menuntut adaptasi yang cepat, kreativitas inovatif, serta kolaborasi multidisiplin.
Wazirul Luthfi, selaku Head of Commrel & CID Zona 11 Subholding Upstream Pertamina mengungkapkan bahwa keterlibatan talenta muda dari berbagai latar belakang keilmuan sangat esensial untuk menjaga keberlangsungan sektor energi nasional ke depan.
“Masa depan energi Indonesia bukan hanya ditentukan oleh sumber daya yang ada di dalam bumi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mengelolanya. Tantangan industri hulu migas membutuhkan sudut pandang baru, inovasi, dan kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu. Besar kemungkinan, orang-orang yang akan melanjutkan estafet perjalanan energi ini sedang duduk di ruangan ini hari ini,” ujar Wazirul
Kebutuhan industri energi masa kini tidak lagi terbatas pada bidang teknik semata. Keahlian di ranah teknologi dan data, bisnis, keuangan, hukum, komunikasi, keberlanjutan lingkungan, rantai pasok, hingga pengembangan masyarakat turut menjadi pilar penting yang menggerakkan operasional hulu migas. Pemahaman ini membuka cakrawala baru bagi mahasiswa dari beragam program studi untuk melihat peluang kontribusi karier mereka di sektor energi.
Selain wawasan langsung dari dunia industri, UYC 2026 juga menghadirkan sesi pengembangan potensi diri bersama praktisi karier dan konten kreator, Vina Muliana, melalui pemaparan bertajuk “From Potential to Impact”.
Sesi ini menyoroti pentingnya langkah praktis dalam mengenali rasa ingin tahu, membangun kompetensi, menguji gagasan melalui proyek nyata, serta membentuk nilai diri (value) yang substansial sebelum melangkah ke dunia profesional.
Rangkaian acara kemudian berlanjut pada sesi talkshow interaktif. Diskusi hangat ini membedah sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan industri strategis, serta memotivasi mahasiswa untuk berani keluar dari zona nyaman guna memberikan dampak positif bagi negeri.
Sinergi erat antara institusi pendidikan dan pelaku industri terbukti krusial dalam memperkecil kesenjangan antara teori akademis dan realitas lapangan. Kampus menyuplai riset, pengetahuan, dan bibit talenta unggul, sementara industri menghadirkan tantangan nyata berskala besar yang membutuhkan pemecahan inovatif.
Melalui Upstream Youth Champs 2026, PHE dan Unair bersama-sama mendorong para mahasiswa untuk memaknai masa kuliah sebagai momentum terbaik dalam menempa diri.
Dengan memadukan ketajaman akademik, pengalaman organisasi atau riset, serta semangat kolaborasi lintas bidang, generasi muda diharapkan mampu mengambil peran sentral.
Semangat “Menggali Potensi, Menggerakkan Energi” menjadi seruan nyata bagi generasi muda untuk menyelaraskan ilmu pengetahuan dengan tindakan produktif. Dengan potensi yang terus diasah, mahasiswa Unair siap menjadi motor penggerak dan solusi bagi tantangan energi serta masa depan pembangunan Indonesia. lis





































