Wakil Rektor II Unusa, Dr Yusak Ansori bersama Dr. Samingun, Ak., M.Ak., Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I usai peresmian Tax Center di Unusa, Selasa (11/11/2025). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur I meresmikan Tax Center Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Penandatanganan perjanjian kerja sama pendirian Tax Center dilakukan oleh Wakil Rektor II Unusa, Prof. Dr. Mohamad Yusak Anshori, dan Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I, Dr Samingun, Selasa (11/11/2025). Kehadiran Tax Center diharapkan menjadi pusat informasi, edukasi, dan pelatihan perpajakan yang berperan signifikan dalam meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat untuk memahami hak dan kewajiban perpajakannya.

“Pendirian Tax Center UNUSA merupakan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi di bidang perpajakan. Harapannya, Tax Center mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perpajakan, menumbuhkan kesadaran dan kepedulian wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan, serta memperkuat kerja sama dan kemitraan antara Direktorat Jenderal Pajak dan kalangan perguruan tinggi,” ujar Dr. Samingun, Ak., M.Ak., Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I.

Lebih lanjut, Samingun menjelaskan bahwa Kanwil DJP Jawa Timur I dan Unusa selama ini telah berkolaborasi di bidang perpajakan. Melalui Tax Center, kolaborasi tersebut kini memiliki wadah resmi untuk menyelenggarakan berbagai program, antara lain sosialisasi perpajakan, konsultasi perpajakan, pelatihan perpajakan, penelitian bersama, dan program kerja kolaboratif lainnya.

Kerja sama ini disambut baik oleh pihak Unusa. Dr. Mohamad Yusak Anshori, Drs., M.M., Wakil Rektor II Unusa dalam sambutannya menyampaikan, Tax Center Unusa resmi diresmikan. “Kami berharap keberadaannya menjadi pusat pelatihan, ruang kolaborasi riset, sekaligus tempat pengembangan kompetensi diri. Mahasiswa diharapkan tidak sekadar memahami materi, tetapi juga harus bisa menghadirkan dampak baik,” ungkapnya.

Usai peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan seminar ADIA yang membekali generasi muda dengan literasi pajak dan akuntansi praktis sekaligus membuka wawasan global melalui riset, inovasi teknologi, serta peluang studi, sertifikasi, magang, dan karier internasional.

Melalui rangkaian peresmian Tax Center dan seminar ini, diharapkan sivitas akademika memiliki wadah untuk berkembang dan memperluas wawasan, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.

Dalam kegiatan ini juga digelar seminar “Accounting to Action: Driving Creative Economy, Research and Tax Literacy for Global Impact”, sebagai wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan otoritas pajak dalam mendorong literasi pajak nasional serta penguatan ekonomi kreatif di era digital. Seminar internasional yang menghadirkan pembicara lintas bidang yang membahas transformasi profesi akuntan di era digital dan ekonomi kreatif.

Dari perspektif global, Emeritus Prof. Dr. Ainin Sulaiman dari University of Malaya Wales mengulas, profesi akuntan saat ini semakin terintegrasi dengan riset dan inovasi teknologi. “Akuntansi kini beririsan dengan teknologi seperti AI, Big Data, dan Blockchain. Selain laporan keuangan, riset akuntansi juga menyentuh aspek keberlanjutan (ESG), sosial, perilaku, dan etika. Ini peluang besar bagi generasi muda untuk berpikir global,” ujarnya.

Sementara Kepala Program Studi Akuntansi Unusa, Dr. Endah Tri Wahyuningtias, membuka sesi dengan topik “Accounting is Cool: From Classroom to Creative and Global Opportunities.” Ia menekankan pentingnya mengubah paradigma lama tentang akuntansi. “Akuntan modern harus mampu menjadi data analyst, ESG specialist, atau bahkan financial storyteller. Adaptasi terhadap teknologi dan AI adalah kunci masa depan akuntan,” jelasnya. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry