Pimpinan Untag Surabaya bersama para mahasiswa yang bisa menyelesaikan tugas akhir yang inovatif. DUTA/ist
SURABAYA  | duta.co — Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas karya ilmiah serta mempercepat hilirisasi hasil riset dosen dan mahasiswa.

Rektor Untag Surabaya Harjo Seputro , menegaskan pentingnya membangun iklim kompetisi yang sehat di lingkungan kampus agar seluruh civitas akademika berlomba-lomba melahirkan karya ilmiah yang inovatif dan diakui secara luas.

Menurut Harjo, pengakuan terhadap sebuah karya ilmiah menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan mutu penelitian. Banyak dari karya potensial tersebut berawal dari riset tugas akhir mahasiswa yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh program studi (prodi).

“Kami ingin tumbuh rasa bangga dan memicu semangat kompetisi untuk membuat karya ilmiah semenarik mungkin. Kualitasnya harus terus kita kembangkan, karena banyak potensi besar yang berhasil berawal dari riset tugas akhir,” ujar Harjo.

Sebagai motor penggerak, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ditunjuk sebagai pusat pengembangan DNA hilirisasi di UNTAG. Hasil karya riset kolaborasi mahasiswa dan dosen akan dikawal oleh LPPM hingga mencapai tahap hilirisasi, baik dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat maupun komersialisasi produk industri.

Guna mendukung proses tersebut, LPPM menyusun peta jalan (roadmap) penelitian yang jelas, mulai dari pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) hingga tahap komersialisasi. Meskipun pendataan HaKI untuk periode berjalan saat ini masih dalam proses penghimpunan dari tiap prodi, pihak rektorat memastikan bahwa anggaran pengembangan dan perlindungan HaKI telah disiapkan secara berkelanjutan.

Guna mempercepat capaian tersebut, UNTAG mengucurkan dana riset internal sebesar Rp2,5 miliar setiap tahunnya. Anggaran ini terbagi ke dalam tiga skema utama, yaitu Skema Dasar yang berfokus pada penemuan awal dan fondasi teori. Kedua Skema Pengembangan yang berfokus pada peningkatan skala riset dan pengujian. Dan ketiga Skema Komersialisasi yang berfokus pada kesiapan produk masuk ke pasar atau industri.

Program pendanaan dan pembinaan internal ini dirancang sebagai batu loncatan agar para dosen dan mahasiswa memiliki daya saing yang kuat saat berlaga di tingkat eksternal, baik dalam perebutan hibah nasional maupun internasional.

Selain pendanaan internal, Untag Surabaya  juga terus memperluas kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dan pihak industri. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat proses komersialisasi hasil riset sehingga dampak penelitian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan dunia usaha.

Harjo juga mengapresiasi karya akhir mahasiswa yang sangat inovatif. Tugas akhir itu nantinya akan diserahkan pada LPPM untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry