
SURABAYA | duta.co – Keterbatasan lahan bukan alasan untuk beternak, ayam dan sejenisnya. Inovasi dan dukungan teknologi sangat memungkinkan bisa beternak di lahan kota yang terbatas tanpa mengganggu lingkungan sekitar. Kaitan masalah bau dari limbah yang dihasilkan sehingga tetap produksi sebagaimana mestinya.
Dan Telkom University Surabaya berhasilkan hadirkan inovasi teknologi mendukung sektor peternakan dengan memperkenalkan Smart Kandang. Sebuah sistem kandang ayam berbasis teknologi yang dirancang untuk membantu peternak mengelola ternak secara lebih efisien, presisi, dan modern di perkotaan dengan lahan terbatas.
Inovasi tersebut diperkenalkan kepada media dengan lokasi di puncak gedung Telkom University Surabaya, Kamis (5/3/2026). Sistem Smart Kandang konsepnya terintegrasi dilengkapi dengan panel box otomatis yang mampu mengatur pemberian pakan dan minum ayam secara terjadwal serta memantau kondisi lingkungan di dalam kandang, khususnya tingkat kelembapan.
Pengembangan Smart Kandang menjadi bagian dari upaya Telkom University Surabaya mengintegrasikan teknologi informasi dengan sektor pertanian dan peternakan. Melalui inovasi ini, perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan solusi teknologi yang aplikatif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Selain meningkatkan efisiensi kerja peternak, sistem ini juga diharapkan mampu mendukung praktik peternakan yang lebih modern dan berbasis data. Dengan pengelolaan yang lebih presisi, produktivitas ternak dapat meningkat sekaligus meminimalkan risiko kerugian akibat kondisi lingkungan kandang yang tidak terkontrol.

Direktur Telkom University Surabaya Mohammad Yanuar Hariyawan mengatakan teknologi ini dikembangkan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong digitalisasi sektor peternakan, khususnya bagi peternak ayam skala kecil hingga menengah. Pemanfaatan teknologi pada sistem kandang dapat membantu peternak mengoptimalkan pengelolaan ternak sekaligus mengurangi ketergantungan pada pengawasan manual.
“Smart Kandang ini dirancang untuk mempermudah peternak dalam mengatur pemberian pakan dan air minum secara otomatis. Selain itu, sistem ini juga mampu memantau kondisi kelembapan kandang sehingga kesehatan dan produktivitas ayam dapat lebih terjaga,” ujar Yanuar.
Mohammad Yanuar Hariyawan menegaskan dengan sistem tersebut, proses pemeliharaan ayam dapat dilakukan secara lebih terukur. Peternak tidak lagi harus memberikan pakan secara manual setiap saat karena sistem akan bekerja secara otomatis sesuai pengaturan yang telah ditentukan.
“Ke depan, inovasi seperti Smart Kandang diharapkan dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara lebih luas, sehingga mampu mendukung transformasi digital di sektor peternakan Indonesia. Teknologi tersebut juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara akademisi dan mahasiswa dapat menghasilkan solusi inovatif bagi kebutuhan industri dan masyarakat. “
Salah satu mahasiswa jurusan Teknologi Informasi Telkom University Surabaya Moch Arif Taufiqurrahman yang mendemonstrasikan cara kerja perangkat tersebut. Melalui panel box yang terpasang pada sistem kandang, pengguna dapat mengatur distribusi pakan serta aliran air minum untuk ayam secara otomatis.
Panel kontrol tersebut menjadi pusat pengaturan sistem, mulai dari pengoperasian pemberian pakan hingga pemantauan kondisi lingkungan kandang. Teknologi ini juga memungkinkan pengawasan yang lebih akurat terhadap kondisi kandang sehingga potensi gangguan pada ternak dapat segera diantisipasi.
Di dalam Smart Kandang tersebut, ayam dapat memperoleh air minum secara otomatis melalui sistem distribusi yang telah dipasang pada perangkat kandang. Sistem ini memastikan kebutuhan air ternak tetap terpenuhi tanpa harus menunggu pemberian manual dari peternak. (imm)





































