dr. Diyan Wahyu Kurniasari, Sp.PK
Dosen Fakultas Kedokteran

SETIAP 14 Juni, dunia memperingati Hari Donor Darah Sedunia sebagai bentuk penghargaan bagi para pendonor darah sukarela dan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mendonorkan darah.

Darah bukan hanya sekadar cairan biologis, tetapi sumber kehidupan yang tidak tergantikan. Hingga saat ini, belum ada alternatif untuk memenuhi kebutuhan darah yang hanya bisa dipenuhi melalui donor darah manusia.

Donor darah sangat vital. Terutama untuk korban kecelakaan lalu lintas, pasien dengan anemia berat, penderita kanker yang menjalani kemoterapi, serta ibu melahirkan yang mengalami perdarahan. Menurut data Palang Merah Indonesia (PMI), kebutuhan darah nasional berkisar 5,1 juta kantong per tahun, namun ketersediaannya masih belum mencukupi. Ini menjadi tantangan besar yang hanya bisa diatasi dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Donor darah tidak hanya menyelamatkan nyawa orang lain, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya. Di antaranya adalah membantu menstabilkan kadar zat besi dalam tubuh, merangsang pembentukan sel darah merah baru, serta dapat menjadi sarana skrining kesehatan karena setiap calon pendonor akan diperiksa terlebih dahulu, termasuk tes HIV, hepatitis B dan C, sifilis, serta tekanan darah dan hemoglobin. Ini membuat donor darah juga berperan sebagai bentuk deteksi dini terhadap penyakit menular.

Namun, tidak semua orang bisa menjadi pendonor darah. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, seperti berusia 17-60 tahun, memiliki berat badan minimal 45 kg, tekanan darah normal, dan tidak sedang sakit. Selain itu, interval waktu antar donor juga harus diperhatikan, yaitu minimal 12 minggu untuk donor darah lengkap, agar tubuh memiliki waktu cukup untuk memulihkan diri.

Peringatan Hari Donor Darah Sedunia tahun ini mengusung tema global “20 Years of Celebrating Giving: Thank You, Blood Donors!” yang menandai dua dekade sejak peringatan ini dicanangkan oleh WHO pada tahun 2004. Tema ini menjadi momentum untuk mengajak generasi muda sebagai pendonor baru dan menjaga kesinambungan pasokan darah yang aman, berkualitas, dan cukup bagi semua yang membutuhkan.

Menjadi pendonor darah adalah tindakan kemanusiaan yang sederhana namun berdampak besar. Di tengah gaya hidup yang serba sibuk, meluangkan waktu sekitar 30 menit untuk mendonorkan darah bisa menjadi kontribusi nyata kita dalam menyelamatkan nyawa.

Ayo, jadilah bagian dari gerakan global ini. Karena dari satu kantong darah yang didonorkan, kita dapat menyelamatkan hingga tiga nyawa. Setetes darah kita bisa menjadi lautan harapan bagi mereka yang berjuang antara hidup dan mati. *

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry