
Dokter Tidak Hanya Mengobati juga Wajib Lakukan Promosi Kesehatan


Dokter masa kini tidak hanya bertugas mengobati pasien sakit (kuratif), melainkan wajib menjalankan promosi kesehatan (preventif dan promotif) untuk menjaga orang sehat agar tetap sehat.
Hal diungkapkan dr Imran Pambudi, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat menjadi pembicara dalam kuliah tamu di Fakultas Kedokteran (FK) Unair, Jumat (10/7/2026).
“Promosi kesehatan penting, agar masyarakat tidak mudah sakit. Mencegah lebih baik dari pada mengobati,” katanya.
Salah satu tantangan besar yang disoroti dr Imran adalah tren disabilitas dan demensia yang kini mulai menyerang usia produktif, bahkan sejak usia 43 tahun.
Guna mewujudkan generasi lansia yang sehat di masa depan, dokter perlu melakukan edukasi. Seperti pentingnya melakukan medical check-up (MCU) atau deteksi dini secara berkala sejak menginjak usia 40 tahun. Juga edukasi tentang pentingnya aktivitas fisik terstruktur minimal selama 30 menit setiap hari demi menjaga massa otot.
Imran menjelaskan pemerintah terus mendukung transformasi kesehatan ini melalui berbagai kebijakan konkret. Mulai dari penyediaan layanan cek kesehatan gratis, regulasi label gula pada produk makanan, penyediaan fasilitas publik yang mendukung pola hidup sehat.
Bahkan digitalisasi layanan kesehatan seperti sistem antrean BPJS online dan aplikasi SatuSehat yang diimplementasikan secara konsisten dan komunikatif agar manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.
Dekan FK Unair, Prof. Eighty Mardian Kurniawati, menegaskan seorang dokter masa kini tidak boleh hanya terkotak pada ilmu medis semata. Ia menyoroti tantangan nyata di lapangan, di mana gaya komunikasi sebagian dokter dirasa masih kurang komunikatif. Padahal, kemampuan komunikasi adalah fondasi utama untuk membangun kepercayaandengan pasien.
Guna mencetak dokter masa depan yang memenuhi kriteria multi-star doctor yakni dokter yang tidak hanya menguasai ilmu medis, tetapi juga memiliki jiwa leadership, kemampuan manajerial, melek teknologi, serta berakhlak mulia FK Unair telah mengambil langkah strategis.
“Salah satunya dengan mengintegrasikan mata kuliah Komunikasi Kesehatan sejak semester awal melalui program Pendidikan Dasar Bersama (PDB),” ungkapnya.
Melalui kuliah tamu rutin yang menghadirkan para praktisi dan birokrat seperti dr. Imran Pambudi, FK Unair berkomitmen memberikan wawasan akademik maupun non-akademik yang luas bagi mahasiswanya.
Pihak fakultas berharap mahasiswa kedokteran dapat melek terhadap program-program pemerintah serta terinspirasi bahwa peluang karier di dunia kedokteran sangatlah luas dan berdampak besar, baik di jalur klinis maupun kebijakan kesehatan publik. ril/lis