SURABAYA I duta.co – DPD Partai Golkar Kota Surabaya menggelar khotmil Quran secara rutin hingga pelaksanaan pemungutan suara 9 Desember 2020 mendatang. Khataman al-quran ini bertujuan untuk mendoakan bakal pasangan calon (bapaslon) Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno.

Sejumlah anak yatim dari berbagai yayasan yatim piatu di Surabaya dihadirkan untuk mendoakan secara bersama-sama Mahfud Arifin (MA) dan Mujiaman diberikan kemudahan oleh Allah SWT dalam meraih kemenangan dalam Pikwali Kota Surabaya.

Ketua DPD I Partai Golkar Kota Surabaya Arif Fathoni mengatakan, sebagai insan yang beragama, pihaknya menyadari disamping terus melakukan konsolidasi mesin partai untuk terus mengajak masyarakat memilih Mahfud Arifin-Mujiaman, pihaknya juga melaksanakan kegiatan khotmil quran secara rutin dalam rangka memohon Ridho Allah SWT.

“Kami semua sepakat, bahwa perjuangan tanpa doa merupakan bentuk kesombongan umat kepada Tuhannya, ” ujarnya, Minggu (20/9).

Toni, sapaannya, menambahkan, setiap 2 pekan, kegiatan ini akan berlangsung secara rutin, saat ini melibatkan sejumlah anak yatim dan piatu dari KecamatanPakal sebagai perwakilan dari masyarakat Surabaya barat. “Kali ini adik-adik dari Surabaya barat, nanti digilir adik yatim dan piatu dari pusat dan selatan, ” terangnya.

Sebagai penutup kegiatan khotmil Quran tersebut, pihaknya akan menggelar doa bersama antar pemuka agama di kantor Golkar Surabaya. Sebagai Partai yang menjadi jembatan tengah kalangan nasionalis dan religius, maka sejumlah pemuka agama dan keyakinan akan berdoa secara bersama menurut agama dan keyakinannya dengan tujuan agar bapaslon yang diusung Partai Golkar bisa mendapatkan kemenangan dalam Pilwali Kota Surabaya 2020.

“Sebelum itu, akan dilakukan istighosah kubro yang akan dipimpin oleh Gus-Gus muda di Surabaya, salah satunya Gus dari Ponpes Sidosermo, namanya masih kita rahasiakan, biar tidak ada yang baper,” jelasnya.

Ketika disinggung mengenai pidato calon wakil wali kota Surabaya dalam acara temu warga yang mengkritik Mahfud Arifin sebagai orang yang lahir di Surabaya tapi tidak berbuat apa-apa untuk warga Surabaya, dengan santai Toni mengatakan, bahwa kampanye negatif merupakan hal yang lumrah dalam demokrasi. Tapi pihaknya mengingatkan, bahwa bapaslon tersebut mengusung tagline meneruskan kebaikan, mestinya yang disampaikan ke rakyat adalah apa saja kebaikan pemerintahan saat ini.

“Kita saja menghormati wali kota Surabaya saat ini, secara okbjektif kita sampaikan bahwa ada beberapa hal bagus yang dilakukan wali kota dan wakil wali kota saat ini, makanya kita jatuhkan pilihan ke Mahfud Arifin-Mujiaman karena beliau berdua kita harapkan membawa kota Surabaya jauh lebih baik, lha kalau pidatonya Pak Armuji justru malah menyerang paslon kami dan tidak menyampaikan kebaikan pemerintahan saat ini, saya menduga beliau tidak bisa melihat kebaikan pemerintahan sekarang,” tukasnya. (azi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry