PASURUAN | duta.co  — Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Pasuruan menggelar Tahlil dan Doa Bersama Untuk H. Fatkhan Subchi, Ketua Umum PB IKA PMII dan H. Muslim Mustajab, tokoh NU, Ansor, Banser mantan dan Perintis berdirinya PMII di Cabang Pasuruan. Tahlilan digelar secara daring pada Selasa (27/10) malam menghadirkan para mantan aktivis PMII, di antaranya Dr. H. Ahmad Hakim Jayli, M.Si, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dan KH. Ridlwan Cholil, Ketua YPNU Lekok yang juga Sekretaris BPP UNU Pasuruan serta Jauharul Lutfi, Ketua IKA PMII Pasuruan yang beberapa hari lalu terpilih secara aklamasi. Dan Kamis (29/10) malam ini adalah tahlil ketujuh almarhum di rumah duka, Dusun Palang, Lemahbang, Sukorejo, Pasuruan.

Mengenang sosok almarhum Muslim Mustajab atau yang akrab disapa Cak Lim, Gus Hakim menyebutnya sebagai contoh baik dan konkret kesuksesan seorang kader PMII. Bagi Gus Hakim, ukuran kesuksesan seorang kader pergerakan tidak hanya ditakar dari tingginya jabatan struktural atau posisi politik yang diraih. “Suksesnya kader tidak diukur dari jabatannya saja. Alat ukur kader yang sukses adalah ketika ia mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya,” ujar Doktor Ilmu Lingkungan itu.

Selain kebermanfaatan sosial, tolok ukur kedua terletak pada kerelaan kader senior untuk menjadi pendorong atau penyokong lahirnya generasi penerus. “Kader sukses adalah mereka yang bisa menjadi ‘anak tangga’ bagi proses kaderisasi kader-kader PMII berikutnya, baik untuk berjam’iyyah di Nahdlatul Ulama maupun dalam pengabdian di tengah masyarakat,” tambah
Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan dua periode, tahun 2001-2011 ini

Pendorong Generasi Muda di PCNU
Gus Hakim kemudian menceritakan pengalamannya pada Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kabupaten Pasuruan Tahun 2021. Saat itu, Cak Lim menjadi kandidat terkuat untuk mengisi posisi Sekretaris PCNU. Namun, Cak Lim memilih tidak bersedia dan mendorong figur lain, hingga akhirnya amanah besar tersebut diserahkan kepada Gus Hakim yang saat itu masih berusia 29 tahun.

“Awalnya saya merasa berat, namun dari berbagai kesulitan saat menjadi Sekretaris PCNU, saya justru bisa belajar banyak hal. Proses ini menjadi salah satu bagian yang paling bermakna dalam hidup saya,” ungkapnya mengenang dorongan para seniornya.

Rekam jejak khidmah Cak Lim di PCNU Kabupaten Pasuruan juga tercatat kuat di bidang pemberdayaan ekonomi. Menjabat sebagai Wakil Ketua PCNU Bidang Ekonomi selama dua periode, Cak Lim mempelopori berbagai program strategis, mulai dari penguatan agribisnis hingga penggalangan Dana Abadi Umat bersama almarhum Pak Unggul Abinowo, owner dan founder Bakpao Telo.

Kesadaran Cak Lim akan vitalnya kemandirian ekonomi menjadi pilar utama perjuangan. Kemandirian ekonomi dinilai sebagai fondasi penting agar warga Nahdliyin mampu mengakses pendidikan terbaik hingga mencapai kedaulatan di bidang politik. Gagasan ini pun sejalan dengan arah perjuangan PCNU Kabupaten Pasuruan pada Konfercab 2026, yang menempatkan Program Kemandirian Ekonomi sebagai salah satu agenda prioritas utama.

Menutup pemaparannya, Gus Hakim menyampaikan dua usulan konkret bagi perjalanan PC IKA PMII Pasuruan ke depan agar spirit perjuangan para senior tetap menyala, yakni Menyusun dan menerbitkan kumpulan tulisan serta kesaksian tentang gagasan dan perjuangan almarhum Cak Muslim Mustajab dalam bentuk buku. Dia juga mengusulkan IKA PMII Pasuruan membuka Ruang Diskusi Rutin membedah isu-isu strategis daerah sebagai bentuk pengawalan alumni PMII terhadap pembangunan di Pasuruan. Atas usulan ini, Jauharul Lutfi, Ketua Umum PC IKA PMII Pasuruan menyatakan siap melaksanakan.

Muslim Mustajab wafat pada Jumat Pon sore, 23 Oktober 2026. Almarhum adalah tokoh NU Ansor dan Banser, Pernah menjadi Ketua PCNU Kab Pasurian BIdang Ekonomi, Dansatkorwil Banser Jatim, Wakil Dansatkornas Banser, Ketua PC GP Ansor Kab Pasuruan dan sebelumnya Ketua PC PMII Kota Surabaya, menggantikan periode kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa serta Ketua Senat Mahasiswa Ushuluhudin IAIN Sunan Ampel Surabaya. Almarhum pernah menjadi Komisioner KPUD Kabupaten Pasuruan 2004-2009 (Mahfudz/*)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry