TAEKWONDO : Acha didampingi sang bunda Sudiar Mulyandari. (FT/IST)

KEDIRI | duta.co — Nama Indonesia kembali diharumkan dari Kota Kediri, ini berkat kegigihan dan perjuangan pantang lelah dibuktikan Acha sapaan akrab Marsha Alycia (13), siswi kelas 8F SMP Negeri 1 Kota Kediri, pada kejuaraan tingkat dunia bertajuk “The 4th Heroes Open International Taekwondo Championship” digelar Thailand pada 29 Juni hingga 3 Juli.

Torehan prestasi hanya selisih kalah skor melawan pemain tuan rumah Negeri Gajah Putih itu, Acha dinobatkan sebagai atlet taekwondo juara 2 dunia. Didampingi sang bunda, Sudiar Mulyandari, Acha pun mengakui bila waktu berlatihnya sangat minim. Namun gadis berjilbab telah menggeluti olahraga Taekwondo sejak berumur 9 tahun, ternyata tidak pantang menyerah.

“Mungkin latihan saya yang kurang maksimal, jadi hanya bisa bawa pulang medali perak. Namun ini tak membuat saya putus asa, justru menjadikan semangat baru untuk saya supaya lebih giat latihan,” ungkap Acha.

Putri pertama dari pasangan R Irwan Setianto dan Sudiar ini mengakui bahwa dukungan yang tak kalah luar biasanya, justru dari kedua orang tuanya. Selalu memberikan motivasi dan selalu mendoakan Acha untuk meraih juara dalam setiap pertandingan.

“Saya suport terus, dan yang tak ketinggalan adalah do’a yang setiap hari kami panjatkan. Sehabis sholat lima waktu selalu saya do’akan semoga sehat selalu, sukses, terus prestasi, dan bisa membanggakan orang tua,” ungkap Diar sapaan akrab ibunda Acha.

Ternyata, itu yang menjadi kunci kemenangan diperoleh Acha di setiap kompetisi selain terus tegar berlatih, berdo’a, dan tidak pernah menyerah. Support dan restu sang ibu rupanya telah menjadi ruh semangat setiap langkah kejuaraan anak pertama dari dua saudara itu.

 Bila mendengar perjalanan mengenal olah raga yang identik dengan kaum laki–laki, tentunya keberanian dan mental bertanding yang dimiliknya tak perlu diragukan lagi.

“Mungkin terdengar unik, olahraga Taekwondo menjadi diminati kaum perempuan. Namun kenyataannya olah raga, mampu menjadikan ajang prestasi,” terang Diar,  warga Perum Greenland Gajahmada blok A17 Kota Kediri. (ian/nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.