
SURABAYA | duta.co – Di balik hiruk-pikuk aktivitas perkantoran PT Dharma Lautan Utama (DLU), Kamis (20/11/2025), terselip suasana haru dan kepedulian. Ratusan karyawan dari berbagai divisi berkumpul di aula kantor pusat Jalan Kanginan, bukan untuk rapat atau agenda rutin, tetapi untuk satu tujuan mulia: mendonorkan darah mereka bagi sesama.
Di momen peringatan Hari Pahlawan ini, DLU memilih cara berbeda untuk memaknai perjuangan bukan dengan upacara megah, melainkan dengan setetes darah yang bisa menjaga nyawa seseorang tetap bertahan.
“Donor darah adalah kontribusi kami untuk kemanusiaan,” ujar Direktur Utama PT DLU, Erwin H. Peodjono, dengan mata yang terlihat berkaca-kaca. “Stok darah sering menipis, sementara kebutuhan di rumah sakit terus meningkat,” jelasnya.
Kegiatan donor darah ini bukan program baru bagi DLU. Sejak 2008, perusahaan pelayaran nasional tersebut rutin menyelenggarakannya sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR). Bahkan pada tahun ini saja, kegiatan tersebut telah digelar lebih dari 50 kali, menjadikannya tradisi kemanusiaan yang terus hidup di lingkungan perusahaan.
Menjelang akhir tahun, jumlah pendonor biasanya mengalami penurunan. Kondisi ini membuat kebutuhan darah di Surabaya semakin mendesak.
Yudha Patria, Staf Humas PMI Kota Surabaya, menyampaikan bahwa permintaan terhadap golongan darah O sedang berada pada titik kritis.
“Untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit hingga akhir 2025, kami membutuhkan sedikitnya 300 kantong darah. Kegiatan seperti yang dilakukan PT DLU sangat membantu kami,” tuturnya.
Bagi PMI, kerja sama dengan dunia usaha menjadi harapan besar dalam menjaga ketersediaan darah. Maka hadirnya ratusan karyawan DLU menjadi lebih dari sekadar angka mereka adalah penyambung hidup bagi orang-orang yang mungkin tak pernah mereka temui.
Sosok yang tak pernah absen memberi dukungan adalah Bambang Haryo Soekartono, Penasihat sekaligus pemilik PT DLU. Ia hadir memantau kegiatan dan mengapresiasi komitmen para karyawan yang telah menjadi “pahlawan modern” bagi kemanusiaan.

“Kegiatan ini sudah lebih dari 50 kali digelar. Tahun ini saja ada 128 karyawan yang ikut berpartisipasi,” ungkapnya bangga. “Setetes darah bisa menjadi harapan hidup bagi orang lain. Semoga semakin banyak perusahaan yang mau terlibat,” ujarnya.
Bagi sebagian karyawan, donor darah bukan hanya kegiatan CSR perusahaan, tetapi panggilan hati. Ada yang sudah menjadi pendonor rutin, bahkan tak sedikit yang mengaku merasakan kepuasan batin setelah membantu seseorang yang membutuhkan.
Suasana hangat terasa di seluruh ruangan. Para peserta melewati pemeriksaan kesehatan, mengantre dengan tertib, dan tersenyum ketika jarum kecil itu menembus kulit mereka. Ada rasa bangga yang tak bisa dijelaskan: mereka baru saja memberi kesempatan hidup bagi orang lain.
DLU berharap kegiatan ini terus menjadi pemantik semangat berbagi, baik di internal perusahaan maupun bagi pihak lain. Sinergi antara dunia usaha dan PMI, bila diperkuat, akan menjadi kekuatan besar dalam misi kemanusiaan.
Karena di Hari Pahlawan, bukan hanya para pejuang masa lalu yang kita kenang — tetapi juga orang-orang masa kini yang mengambil peran, meski hanya dengan satu kantong darah, demi menyelamatkan sesama. (gal)





































