Donald Trump, Presiden Amerika Serikat ke-45. (AFP/Getty Images)

New York | duta.co — Dunia memang harus hajar Israel. Kamis 22 Desember 2016, anggota Dewan Keamanan PBB akan memberikan suara terhadap rancangan resolusi berisi penghentian segera dan penuh pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.

Seperti dilansir Anatolia dari kanto Sekjen Dewan Keamanan PBB pada Rabu (21/12/2016) malam menyatakan bahwa rapat Dewan Keamanan PBB akan dimulai pada pukul 03:00 sore waktu New York, untuk memberikan suara terhadap rancangan resolusi yang diajukan oleh Mesir, satu-satunya negara Arab yang menjadi anggota Dewan Keamanan.

Dalam rancangan resolusi dengan nama “Ilegalitas permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki sejak tahun 1967,” meminta pemerintah Zionis Israel untuk menghentikan seluruh kegiatan pembangunan pemukiman di tanah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, dan meminta menghormati semua kewajiban hukum dalam hal ini.

Rancangan resolusi juga berisi permintaan kepada Zionis Israel untuk menghentikan kekerasan terhadap warga sipil, termasuk aksi terorisme dan tindakan hasutan, provokasi serta perusakan terhadap bangunan ataupun tanah milik warga Palestina.

Perlu diketahui bahwa untuk mensahkan draft rancangan tersebut menjadi sebuah resolusi, Mesir membutuhkan persetujuan seluruh 9 negara anggota tidak tetap dan 5 anggota tetap DK PBB seperti  Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Perancis dan China. Dan sudah dapat ditebak Amerika diperkirakan akan menggunakan hak vetonya untuk membatalkan rancangan resolusi tersebut.

Sementara Trump ikut membuat keruh suasana. Surat kabar Jerusalem Post mengungkapkan rencana besar Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu untuk membangun pemukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat di masa pemerintahan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam artikel laporan yang ditulis Jerusalem Post pada hari Selasa (20/12/2016) kemarin menyatakan bahwa Netanyahu telah berbicara dengan para pemimpin pemukim mengenai pembangunan besar-besaran yang akan dimulai ketika Donald Trump resmi menjadi Presiden AS pada bulan Januari 2017 mendatang.

Seperti dikutip dari sumber dekat dengan Perdana Menteri Zionis Israel yang minta dirahasiakan identitasnya mengatakan bahwa Trump dan dekat dengan sepakat tidak melihat pembangunan permukiman di wilayah Tepi Barat adalah hambatan bagi pembentukan negara Palestina. Trump benar-benar bikin suasana semakin keruh.

Sumber tersebut yakin bahwa Donald Trump akan mendukung kebijakan Netanyahu untuk meningkatkan pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat, Palestina, terlebih setelah partai sayap kanan Rumah Yahudi ditunjuk untuk menyiapkan daftar apa yang akan diminta Netanyahu setelah pelantikan Trump sebagai presiden AS pada 20 Januari 2017. (akhbarak/ram)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan