EMOSI : Sejumlah relawan Samsul Ashar – Teguh Juniadi terlihat emosi di studio mini milik KSTV (Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co — Pernyataan tegas disampaikan Ali Muftie, Direktur PT. Kilisuci Televisi (KSTV) selaku pemegang hak siar acara Debat Publik Tahap Pertama digelar KPU Kota Kediri bertempat di Hall IKCC pada Senin malam.

Sempat diwarnai kericuhan, saat sejumlah relawan Samsul Ashar – Teguh Junaidi, pasangan calon dari nomor urut tiga, terlihat emosi dan nyaris merusak peralatan produksi milik televisi lokal di Kota Kediri.

“Jika saya tidak ditarik sama teman–teman, sudah saya rusak semua alat – alatnya. Sudah kami ingatkan, tidak diindahkan. Kemudian tetap saja hingga session ketiga. Akhirnya kami datangi dan minta agar dimatikan saja siaran langsungnya,” jelas Roy Kurnia Irawan, Sekretaris Partai Hanura Kota Kediri.

Sejumlah orang berpakaian merah dengan logo PDI Perjuangan juga awalnya cukup emosi, akhirnya konflik ini bisa diredam dan acara bisa dilanjutkan setelah ada pertemuan singkat, antara Penanggung Jawab Produksi KSTV, Misiono akrab disapa Kang Sabar, Ketua KPU H. Agus Rofiq, Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi dan Dandim 0809 Kediri, Letkol (Kav) Dwi Agung Sutrisno.

“Kami sudah menerima informasi awal, namun ada pemberitaan di online yang perlu kami luruskan,” jelas Ali Muftie, kemudian menyebut salah satu media online dianggap melakukan provokasi. Pihaknya akan meminta penjelasan kepada penanggung jawab produksi, “Memang KSTV yang melakukan siaran langsung kemudian 2 televisi lokal lain melakukan siaran tunda,” jelasnya.

Bahwa sebenarnya, terang Direktur KSTV, pihaknya ditunjuk oleh KPU saat digelar lelang. “Bahwa kami tidak melakukan pendekatan khusus kepada KPU, selama ini normatif saja. Semua pos anggaran dan plotting untuk media lain, kami juga tidak tahu. Yang kami ketahui, hanya anggaran untuk KSTV saja,” terangnya.

Atas peristiwa ini, sejumlah relawan, pada hari ini, sekira pukul 10.30wib mendatangi KPU untuk meminta pertanggungjawaban atas kejadian kemarin. Kehadiran mereka, meminta KPU meminta maaf kepada warga Kota Kediri atas kejadian dianggap bukan media informasi yang positif dan penyebarluaskan informasi yang baik.

“Kedatangan kami kesini, karena kami di dzolimi. Kami meminta kepada KPU untuk meminta maaf kepada warga Kota Kediri. Mengganti stasiun televisi pada debat yang kedua. Ada tim KPU yang mendampingi saat pengambilan  gambar, kemudian meminta KPU tidak mengulangi lagi,” jelas Sekretaris Hanura saat dikonfirmasi.

Yang kemudian menjadi catatan khusus, selama proses debat berlangsung mulai pukul 19.00 hingga pukul 23.00wib, pihak panitia tidak menyediakan minum atau jajan kepada undangan yang hadir. “Sampek kita kehausan kemudian keluar beli sendiri. Ini jelas menyita waktu dan perhatian,” imbuh Roy Kurnia Irawan. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry