DITOLAK : Gubernur Papua, Lukas Enembe Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermanmawan dan sejumlah pejabat Pemprov Papua dan Pemprov Jatim di Asrama Kalasan. (duta.co/suud)

SURABAYA | duta.co – Gubernur Papua, Lukas Enembe mengaku kecewa dengan perlakuan penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya. Pasalnya, pihaknya bersama rombongan dari Papua jauh-jauh sudah berupaya menemui mereka namun justru ditolak paksa.

“Sebagai kepala daerah saya kecewa dengan sikap seperti itu,” ujar Lukas Enembe saat menggelar press konferen usai gagal menemui penghuni asrama mahasiswa Papua, di Surabaya.

Turut pula mendampingi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermanmawan dan sejumlah pejabat Pemprov Papua dan Pemprov Jatim.

Menurut Lukas, sebelum berinisiatif menemui penghuni asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, pihaknya sebenarnya sudah berkoordinasi dengan baik. Namun saat pelaksanaan tak sesuai harapan, sehingga perlu discedule ulang.

“Saya akan schedule ulang, tim saya untuk ketemu mereka, mungkin sekarang bukan waktu yang tepat. Jadi saya akan berkoordasi lagi dengan Gubernur Jatim dan Gubernur Papua Barat untuk memastikan waktu yang terbaik,” dalih Gubernur Papua.

Dalam rombongan, sebenarnya juga ada orang tua dari para mahasiswa yakni anggota DPR. Tapi mereka tak mau keluar.

“Ini mungkin  terlalu emosi dan terlalu cepat sehingga perlu dilakukan pertemuan ulang. Yang penting aman, kita orang Papua aman dan Jawa Timur juga aman,” tegas Lukas Enembe.

Ia juga mengaku tidak memiliki data pasti, berapa jumlah penghuni asrama mahasiswa Papua di Kalasan. Namun info yang beredar sebelum kejadian sekitar 40 an orang dan sekarang bertambah sekitar 60 orang.

“Kita tak tahu apakah mereka itu mahasiswa semua atau bukan mahasiswa,” jelas Lukas.

Ditanya soal adanya spanduk Referendum Is Solution dan Lepas Garuda di pagar asrama mahasiswa Papua di jalan Kalasan. Dengan lugas Gubernur Papua mengatakan bahwa pihaknya sudah mendengar informasi seperti itu cukup lama dan sudah dilaporkan ke pemerintah pusat.

“Referendum itu soal negara, jadi gubernur tidak memiliki kewenangan untuk itu. Urusan referendum itu bukan saya itu urusan negara,” tegas Lukas Enembe.

Selain itu, pihaknya juga sudah melaporkan temuan di lapangan tersebut kepada Polri sehingga itu akan menjadi tugas Polri untuk menindaklanjutinya.

“Kalau mau merdeka itu tidak ada, itu orang di papua sana yang membawa senjata. Tak ada itu mahasiswa, saya tegaskan Papua tetap bagian Indonesia,” pungkas Lukas Enembe.

Sekedar diketahui, sebelum rombongan Gubernur Papua menemui penghuni asrama mahasiswa Papua di jalan Kalasan Surabaya, mereka juga sempat mengunjungi kantor Gubernur Jatim dan dijamu penuh kekeluargaan bahkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyanyikan lagu Tanah Papua bersama Gubernur Papua.

Usai pertemuan, rombongan melanjutkan menuju asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan. Ironisnya, penghuni asrama mahasiswa Papua tetap ngotot menolak menemui siapapun termasuk Gubernur Papua. Bahkan mereka mengusir rombongan Gubernur Papua dengan meriakkan kata-kata lepas garuda. (ud)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry