JAKARTA | duta.co — Upaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempertahankan KH Miftachul Akhyar sebagai Ketum gagal. Sejak Senin (7/3/22) Kiai Mif resmi memgundurkan diri. Ini bagian dari komitmennya di Muktama ke 34 NU, bahwa, sebagai Rais Aam PBNU, Kiai Mif disarankan tidak merangkap jabatan, termasuk Ketum MUI.

Kini, Kamis (10/2/22) beredar catatan terbuka dari KH Anwar Abbas Wakil Ketua Umum MUI. “Saya benar-benar sedih dan berduka serta bingung dan tidak tahu akan bicara apa,” tulisnya.

Beliau Pak KH Miftahul Akhyar, katanya  kami pilih untuk menjadi Ketua Umum kami di MUI dengan suara bulat tanpa ada lonjong sedikitpun.

“Beliau adalah seorang tokoh dan ulama serta pemimpin yang sangat rendah hati, yang sangat dibutuhkan dan diharapkan akan bisa mempersatukan umat tapi herannya saya mengapa NU tidak membolehkan dan merelakannya bagi melaksanakan tugas suci dan mulia tersebut sehingga saya benar-benar jadi bingung sendiri dibuatnya,” tulis Buya Anwar dalam surat terbukanya itu.

Berikutnya yang membuat Waketum MUI itu menjadi semakin bingung lagi karena sepanjang pengetahuan dirinya, NU itu sudah menegaskan jati dirinya bahwa dia bukan hanya untuk dirinya saja tapi juga untuk umat dan bagi bangsa.

“Tapi mengapa NU tidak mau mendengar suara hati dari kami-kami yang ada di MUI terutama mereka-mereka yang bukan dari NU ini.”

“Terus terang kami butuh Bapak KH Miftahul Akhyar untuk menjadi pimpinan kami. Tugas itu sudah beliau laksanakan dengan baik lebih dari satu tahun sehingga kami sudah merasa sangat dekat dan sangat sayang serta mencintai diri beliau sebagai pemimpin kami. Untuk itu kepada Pimpinan dan warga NU kami ingin sampaikan bahwa kami ingin beliau tetap untuk terus menjadi pimpinan kami,” urainya lagi.

Kalau beliau tidak bisa bekerja full time di MUI karena harus mengurus NU, kami berharap biarlah sisa-sisa waktu beliau saja yang beliau berikan untuk kami di MUI. Bagi kami hal itu tidak masalah karena kami akan tetap bisa bekerja secara ber sama-sama secara collective collegial di bawah pimpinan dan arahan beliau.

“Insya Allah dengan jiwa besar dari pimpinan dan warga NU yang membolehkan KH Miftahul Akhyar untuk tetap memimpin MUI, kami harapkan persatuan dan kesatuan umat akan bisa kita jaga serta pelihara dan akan bisa kita buat untuk lebih kuat lagi dari masa-masa sebelumnya. Demikianlah cetusan dari suara hati kami dari MUI. Terima kasih,” pungkasnya. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry