SIDOARJO | duta.co — Ada 83 desa di Kabupaten Sidoarjo yang, hari ini, Sabtu (19/3/22) seharusnya melaksanakan tahap penetapan Calon Kepala Desa (Cakades). Tetapi, sebagian desa belum memenuhi syarat, terutama terkait jumlah pendaftar, minimal dua calon. Maklum, Pilkades kali ini tidak mengenal istilah lawan ‘bumbung kosong’.

“Alhamdulillah, tahapan demi tahapan Pilkades di Desa Sidorejo, berjalan lancar. Di (desa) sini ada dua calon. Hebatnya dua-duanya mantan Kepala Desa. Pertama atau nomor urut 1 atas nama Drs Suwendi. Sedang nomor urut 2 atas nama Hery Sucipto Achmadi ST. Karena mantan Kades, masing-masing memiliki pengalaman yang bagus,” demikian Mokhammad Kaiyis, S.SosI, Ketua Panitia Pilkades Desa Sidorejo.

Hadir dalam acara ini, yang mewakili Forkopimcam Krian, Kepala Desa Sidorejo, Ketua BPD Sidorejo dan seluruh jajajaran RW di lingkungan Desa Sidorejo.

Kepala Desa Sidoarjo, Agus Triana SH, mengatakan, bahwa Kades mendatang akan lebih mudah, tetapi, sekaligus butuh kejelian. Ini lantaran terbitnya banyak regulasi yang mengatur tentang pembangunan desa. “Karena itu, saya berharap ke depan desa ini mendapat pemimpin yang terbaik dari kedua calon yang baik ini,” tegasnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua BPD Desa Sidorejo, Joko Sampurno. “Jabatan itu amanah, bukan hanya dipertanggungjawabkan di dunia saja, tetapi, juga menjadi pertanyaan akhirat. Karena itu, siapa pun yang terpilih, hendaknya tidak menafikan sumpah jabatan yang kelak akan menjadi pertanyaan akhirat,” tegasnya.

Menariknya, acara penetapan dan penentuan Cakades Sidorejo ini juga dihadiri sejumlah pendukung. Menurut Kaiyis, dinamika politik desa, memang, tidak boleh dianggap enteng. Justru di tingkat desa ini tekanan atau beban psikologisnya terasa berat. Karena itu, ada ‘deklarasi damai’ oleh masing-masing calon.

“In sya Allah, kedua calon sudah siap menang dan siap kalah. Dengan demikian tercipta seduluran atau rukun sak lawase,” terangnya.

Dan, dengan selesainya penetapan serta penentuan nomor urut, maka, masing-masing calon Kades bisa ‘gas pol’, bergerak cepat ke warga baik dengan memasang atribut maupun datang langsung.

“Ya! Panitia juga langsung menyebar alat peraga sosialisasi (APS). Pun Calon Kades, silakan bertemu dengan warga atau calon pemilih, semua itu sudah diatur dalam tata tertib,” jelasnya.

Suasana penetapan dan penentuan nomor urut itu, berlangsung seru. Sejumlah pendukung Hery Sucipto Achmadi misalnya, dengan tertib turut memadati pelataran Balai Desa Sidorejo. Mereka sudah siap dengan spanduk nomor 2. “Semua diminta tertib,” demikian suara panitia.

Watugolong Diperpanjang

Sementara, kabar dari Desa Watugolong, Kecamatan Krian, panitia terpaksa harus memperpanjang pendaftaran. Beredar di media sosial, video pendek yang menjelaskan, bahwa, sampai pendaftaran tahap pertama ditutup, hanya ada satu pendaftar. Panitia akhirnya membuat parikan jula-juli.

Mangan lotong nang tengah sawah, melok wak kaji budal nang Dawar. Watugolong kate pilihan lurah, cuma siji sing daftar.”

“Sego golong, sego bunar. Ayo warga Watugolong ojo wedi daftar. Bapak Ibu warga Watugolong yang tercinta, tanggal 19 Maret (2022) akan dibuka pendaftaran Pilkades Tahap II sampai dengan tanggal 7 April (2022). Tempatnya di Balai Desa, jangan ragu, kami panitia Pilkades Watugolong siap membantu, siap mengarahkan Bapak Ibu semuanya untuk menyiapkan berkas-berkas administrasinya,” demikian suara lelaki dengan menggunakan blangkon khas tersebut. (loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry