Pelayanan kesehatan IGD Puskesmas Sukodono,Selasa (31/3/26). (FT/LOETFI)

SIDOARJO | duta.co — Pelayanan cepat dan sigap yang diberikan tim Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Sukodono mendapat apresiasi dari pasien warga Tanggulangin berinisial LH.

Dokter jaga IGD, dr. Juan, mengatakan pasien didiagnosis mengalami diare dan gastritis. Dokter sempat menyarankan pasien untuk menjalani rawat inap guna observasi lanjutan, namun pasien memilih menjalani observasi sementara di IGD.

“Untuk pantangan, pasien diminta menghindari makanan pedas, kopi, teh, dan santan,” terang dr. Juan.

Sementara itu, perawat (nakes) piket jaga IGD,Pak Khoirul dan Bu Ani, menyampaikan selama penanganan pasien mendapatkan terapi injeksi melalui infus satu kolf sesuai tindakan medis yang diperlukan.

“Setelah observasi dan kondisi pasien dinyatakan membaik serta stabil, pasien diperbolehkan pulang,” ungkap Khoirul.

LH (49) mengaku puas atas penanganan tenaga kesehatan saat dirinya datang ke IGD, Selasa (31/3/26), dengan keluhan gangguan pencernaan. Ia langsung mendapatkan pemeriksaan medis secara menyeluruh oleh dokter jaga.

“Saya dilayani dengan cepat dan baik. Dokter juga sangat teliti dalam melakukan pemeriksaan serta menanyakan dan menjelaskan kondisi saya,bahkan dokter menyarankan saya rawat inap,namun saya tidak mau karena harus aktifitas dan meminta kalau bisa di injeksi,”ungkap LH

LH pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga medis IGD Puskesmas Sukodono atas pelayanan yang dinilai ramah, cepat, dan profesional.

“Saya merasa nyaman dan tenang selama ditangani. Pelayanannya sangat baik,” tambahnya.

Apresiasi tersebut menjadi gambaran komitmen pelayanan kesehatan di jajaran Puskesmas Kabupaten Sidoarjo yang terus berupaya memberikan layanan kesehatan optimal, responsif, serta mengutamakan keselamatan pasien,itu kalau bisa tidak hanya di Puskesmas Sukodono saja,namun di Pukesmas lainnya juga.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes, menyampaikan bahwa berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan di seluruh puskesmas jajaran.

“Telah diberlakukan pendaftaran online untuk mengantisipasi antrean pasien. Selain itu, bagi pasien yang langsung datang juga disediakan mesin pendaftaran guna percepatan pelayanan,” ujarnya.

Terkait ketersediaan tenaga medis, pihaknya mengupayakan penambahan tenaga melalui jalur rekrutmen dokter tamu, serta menambah jumlah puskesmas yang bersedia menjadi wahana pendidikan internship dokter.

Ia menambahkan, pengawasan dan evaluasi pelayanan dilakukan secara berkelanjutan melalui dua metode. “Upaya langsung dilakukan secara struktural melalui monitoring dan evaluasi ke seluruh puskesmas pada pagi hari, sekaligus mengikuti apel dan evaluasi kinerja puskesmas. Sedangkan upaya tidak langsung dilakukan melalui penilaian kinerja puskesmas,” jelasnya. (loe)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry