SURABAYA | duta.co – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Timur bertemu dengan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Kepala Dinas Dispora Surabaya Afghani Wardana, Senin (12/4/2021).

Pertemuan kali ini terkait pemakaian Sirkuit Internasional Gelora Bung Tomo (GBT) yang selama ini digunakan untuk pembalap-pembalap muda asal Surabaya yang tidak tertib perizinan.

Padahal kondisi ini menggakibatkan jadwal pembalap yang berlatih di sirkuit yang rampung dibangun pada 2016 ini menjadi amburadull.

Menanggapi hal ini, Eri cahyadi menggatakan sirkuit digratiskan untuk semua warga surabaya. Kendati demikian, ada aturan pakai sirkuit tersebut yang harus di koordinasikan izin pakainya. Salah satunya pemakaian maksimal atau terjadwal kendati demikian pembalap harus mematui prokes.

Sementara Afghani mengatakan, jika ada klub motor yang ingin menyewa sirkuit, hanya diperbolehkan maksimal dua hari berturut-turut. Selain itu, penggunaannya juga harus menyesuaikan dengan jadwal yang ada.

Sedangkan Samsurin yang hadir dalam pertemuan tersebut mengusulkan pada Wali Kota agar ada perwali yang mengatur soal pemakaian sirkuit GBT. Tujuannya, agar pemakaian GBT bisa menambah pemasukan untuk Surabaya.

“Tentunya jika GBT di pinjam selain warga Surabaya, baru angka sewa itu diterapkan. Tapi jika warga Surabaya sendiri ya gratis,” tegasnya.

Selain itu Surin berharap ada komunikasi yang baik antara Dispora dan IMI selaku induk organisasi olahraga otomotif bisa maksimal untuk membina pembalap hingga berprestasi membanggakan.

IMI yang memahami bagaimana pembalap bisa latihan dengan SOP keselamatan pembalap. Karena itulah Dispora membuat SOP melibatkan IMI Jatim agar jadwal latihan dan perizinan untuk pemakaian sirkuit tidak amburadul. pungkas surin. gal

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry