
SITUBONDO | duta.co – Untuk meningkatkan atau memperkokoh keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo melaksanakan pengajian dan pembacaan sholawat Nariyah, Jumat (1/8/2025).
Pengajian dan pembacaan Salawat Nariyah yang dihadiri KH. Ahmad Zaki Abdullah, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, KH Zainuri Achmad Sufyan Miftahul Arifin, Pengasuh Ponpes Sumber Bunga Sletreng, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Habib Husain Bin Syech Abu Bakar, Lora Yafie dan Lora Ayong ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo.
Disampaikan DR. Fathor Rahkman, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, bahwa kegiatan nilai-nilai spiritual bagi ASN dan non ASN di lingkungan Dispendikbud ini dilaksanakan untuk meningkatkan atau memperkokoh keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.
“Peningkatan nilai-nilai spiritul bagi ANS non ASN di lingkungan Dispendikbud sangat penting. Sebab, hal ini bisa meningkatkan atau memperkokoh keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT dan kegiatan ini akan dilaksanakan secara kontinyu di tingkat kabupaten hingga tingkat kecamatan,” jelas Fathor.
Selanjutnya, ceramah agama disampaikan KH. Ahmad Zaki Abdullah, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo mengupas tuntas tentang nilai-nilai spiritual dam kemustajaban doa-doa.
“Jangan meremehkan doa dan jangan tinggalkan salawat. Sebab, berdoa dan bersalawat merupakan salah satu kekuatan yang dasyat yang bisa dijadikan benteng negara dan bisa mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi Umat Nabi Muhammad SAW,” jelas KH. Ahmad Zaki Abdullah di hadapan ASN dan Non ASN Dispendikbud Situbondo.
Bukan hanya itu saja ceramah agama yang disampaikan KH Zaki, namun beliau juga membahas panjang lebar tentang manfaat membaca sholawat Nariyah jika dilakukan dengan niatan meminta pertolongan Allah SWT agar bangsa dan negara serta alam semesta ini mendapat perlindungan-Nya.
“Kumandang sholawat Nariyah ketika massa kepemimpinan Almarhum Dadang Wigiarto berkumandang dari plosok desa hingga sudut-sudut kota. Dan Alhamdulillah, pada saat itu angkat kejahatn di Kabupaten Situbondo menurun draktis dan perputaran ekonomi masyarakat sedikit demi sedikit naik,” jelas KH Zaki.
KH. Zaki juga menerangkan bahwa pembacaan Salawat Nariyah tidak bisa diremehkan. Sebab, Sholawat Nariyah memiliki beberapa keutamaan, di antaranya memperlancar rezeki, dimudahkan segala urusan, dikabulkan hajat, dan mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW.
“Mambaca amalan Sholawat Nariyah dengan jumlah tertentu dan atau dengan jumlah 4444, diyakini dapat menghilangkan berbagai kesulitan, kesedihan, dan memberikan perlindungan bagi yang mengamalkannya. Pengamalan Sholawat Nariyah juga dipandang sebagai sarana untuk memohon syafaat dari Rasulullah SAW di akhirat kelak. Dengan melantunkan sholawat ini secara rutin, banyak umat Muslim yang percaya bahwa mereka akan mendapatkan banyak keberkahan dari Allah SWT,” terang KH Zaki mengakhiri ceramah agamanya.
Sementara itu, KH. Jainuri, Pengasuh Ponpes Sumber Bunga Sletreng, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo menerangkan bahwa, membaca salawat nariyah secara kontinyu bisa menjadi pertahanan negara, bisa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan lain sebagainya.
“Semoga pembacaan dan pengamalan sholawat Nariyah bisa kembali berkumandang di tengah-tengah masyarakat desa hingga kota,” harapnya.
Sholawat Nariyah, lanjut KH Jainuri, juga dikenal sebagai salah satu amalan yang bisa mendatangkan syafaat Rasulullah SAW. Amalan ini juga menjadi media bagi umat Muslim untuk berdoa dan memohon agar dijauhkan dari segala musibah dan bencana.
“Dengan membaca sholawat ini, maka kita juga menunjukkan cinta, penghormatan, dan kekaguman terhadap Nabi Muhammad SAW. Sholawat Nariyah juga dijadikan sebagai doa untuk memohon pertolongan, ampunan, dan keberkahan dari Allah SWT. Dengan mengamalkan Salawat Nariyah secara kontinyu, maka kita bisa menemukan hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin,” ujar KH Jainuri. (*)
Pewarta: Heru Hartanto
Editor: Nizham Alkafy





































