Gaguk Prasetyo (duta.co/yusuf)

MOJOKERTO | duta.co – Telah dibukanya tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) yang mengakibatkan semakin singkatnya waktu tempuh antara Mojokerto-Juanda (Moda) memantik gagasan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto untuk membuka trayek transportasi umum Mojokerto-Juanda.

“Gagasan untuk membuka transportasi umum Moda muncul setelah tol Sumo dibuka. Dengan dibukanya tol Sumo, waktu tempuh Mojokerto-Juanda atau sebaliknya semakin singkat. Sementara itu transportasi umum moda belum ada. Padahal tugas pemerintah salah satunya menyediakan transportasi umum,” ujar Kepala Dishub Kota Mojokerto Gaguk Prasetyo saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/4).

Dengan adanya layanan transportasi Moda atau sebaliknya masyarakat akan mendapatkan transportasi umum yang aman, nyaman, cepat, praktis dan murah.. “Layanan transportasi umum Moda sepenuhnya akan dilakukan oleh Damri. Kita hanya menyampaikan gagada dan membantu memfasilitasi,” katanya.

Gagasan untuk membuka transportasi umum Moda telah dikoordinasikan dengan Damri di Surabaya. “Permohonan intuk membuka transportasi umum Moda telah disampaikan kepada Damri melalui surat. Suratnya ditandatangani Pak Wali (Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus),” tuturnya.

Sejauh ini tanggapan pihak Damri sangat positif sehingga besar kemungkinan transportasi umum Moda akan terwujud. Bahkan informasinya trayek Moda ini sudah dibahas pihak Damri pada tingkat direksi. “Katanya pada akhir bulan ini akan melakukan survie. Kita diminta untuk membatu,” katanya.

Bahkan, lanjut dia, ada keinginan transportasi umum Moda sudah dibuka sebelum Lebaran nanti sehingga akan membantu kelancaran angkutan Lebaran. “Momentumnya tepat alau memang sebelum lebaran sudah dibuka sebab saat libur lebaran jalur Moda akan sibuk sekali, dan transportasi Moda akan sangat membantu kelancaran angkutan lebaran,” katanya.

Gaguk memperkirakan tarif transportasi Moda nantinya tidak lebih dari Rp 50 ribu untuk sekali jalan. Dengan tarif sebesar itu dipastikan lebih murah dibandingkan jika menggunakan mobil pribadi.

“Bayar tolnya saja dari Mojokerto-Juanda sudah Rp 43 ribu, belum lagi untuk beli BBM. Kalau tidak bawa supir, mobil diparkir di bandara dan biaya parkir di Juanda dihitung per jam. Kalau bawa supir maka antarjemput, biayanya lebih mahal lagi. Yang pasti, transportasi Moda lebih hemat dan praktis,” katanya.

Lebih jauh dikatakan, transportasi umum Moda ini nantinya tidak hanya akan dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Mojokerto saja, tapi juga akan dimanfaatkan masyarakat sekitar Kota Mojokerto seperti Kabupaten Mojokerto, Jombang, dan Sidoarjo yang berdekatan dengan wilayah Kota Mojokerto. “Kita juga sedang memikirkan untuk pangkalan bus Moda, kemungkinan di terminal,” pungkasnya. ywd

Tinggalkan Balasan