SURABAYA | duta.co – Tak kunjung selesai. Justru makin ramai! Setelah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, pegiat sosial Tifauzia Tyassuma dan Rismon Hasiholan Sianipar mendatangi Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (15/4/2025), media sosial makin ramai dengan aksi mereka.

Kedatangan ketiganya dalam rangka audiensi dengan Pimpinan UGM dan meminta kampus memberikan informasi secara terbuka soal skripsi serta ijazah Presiden RI Ke-7 Joko Widodo. Tetapi, hasilnya justru UGM menjadi sasaran tembak. “Omong kosong semua. UGM tidak mampu menghadirkan 34 dokumen yang (harusnya) mereka miliki. Yang ada cuma skripsi, dan itu (justru) membenarkan dugaan saya,” demikian Rismon terlihat duta.co, Rabu (16/4/25).

Menurut Rismon, kampus mestinya profesional.Apalagi menyangkut dokumen akademik.Bukan hanya skripsi. “Catatan akedemik lain adalah KKN, mereka (UGM) masih cari-cari, berarti belum ada. Masih dicari-cari, sekelas UGM. Harusnya jujur saja, tidak ada. Kalau ada pengakuan temannya KKN di Boyolali, itu pengakuan. Bukan bukti akademik. Kalau tidak ada dokumen KKN Joko Widodo, maka, ijazahnya pasti palsu,” tambah Rismon.

Polemik keaslian ijazah Jokowi semakin ramai belakangan ini. Bahkan Roy mengungkapkan, pertemuan berlangsung singkat dan sempat timbul ekskalasi yang agak mengganggu karena ada saut-sautan debat. “Tapi intinya begini, kami akhirnya ke sini ingin melihat skripsinya Pak Jokowi. Sempat ada yang tanya dari Sekretaris UGM, oh itu kan melanggar undang-undang keterbukaan informasi,” ujar Roy.

Namanya Roy tak mau menyerah, kalah. “Saya bilang yang bikin undang-undang keterbukaan informasi yang mengesahkan itu saya. Jadi Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 itu membolehkan setiap orang untuk melihat skripsi karya orang lain, itu tidak dilarang akhirnya ditunjukkan,” imbuhnya.

Menurut Roy, pihak UGM memang menunjukkan skripsi dan benar apa yang sudah disampaikan. Namun, kata dia, skripsi Jokowi itu dianggap ada perbedaan ketikan. “Di batang tubuh itu diketik biasa, dan di depan itu dengan cetakan yang cetakan itu tidak pada zamannya. Dan pada lembar pengesahan itu tidak ada lembar pengesahan dari dosen pengujinya,” ungkap Roy.

Kini, UGM yang menjadi sasaran. Meski kampus ini sudah menyebut asli, tetap saja para penyoal ijazah Jokowi tidak terima. Bahkan belakangan beredar video mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menyinggung soal jual beli ijazah palsu.

Dalam ceritanya, Anies menyebut ada seorang bupati yang diduga memiliki ijazah palsu. Saat ditanya soal keaslian ijazah tersebut, jawaban sang bupati justru mengundang tawa sekaligus tanda tanya. “Ada, ada satu orang bupati. Yang rupanya diduga ijazahnya palsu. Ini bupati, bupati. Kemudian si bupati itu ditanyain, Pak, ini bener, Pak Bupati dulu ijazahnya eee, palsu?.

Lalu dia jawab, ‘Ya enggak. Setahu saya ijazahnya asli. Waktu dulu beli, saya bilang minta yang asli’, Jangan sampai belinya yang palsu,” kata Anies dalam video berdurasi 00:56 detik itu disambut tawa hadirin.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Wening Udasmoro, yang menemui para penyoal ijazah Jokowi angkat bicara. Wening memastikan bahwa Jokowi adalah lulusan UGM. Bahkan Wening merinci Jokowi dinyatakan lulus dari UGM pada 5 November 1985. Hal ini diperkuat dengan berbagai bukti yang di antaranya adalah catatan akademik di Fakultas Kehutanan UGM.

“Ini bukan soal membela siapa, tidak. Tapi bahwa kami dalam posisi ini adalah menjelaskan sebagai sebuah lembaga yang memiliki dokumen, ini mahasiswa kami dulu atau tidak? Dan lulus atau tidak? Itu sudah kami jelaskan dan Joko Widodo itu lulus pada 5 November 1985. Sesuai dengan catatan di dokumen Fakultas Kehutanan,” ujar Wening, Selasa 15 April 2025.

Wening menerangkan UGM tidak mau masuk dalam polemik yang terjadi di media sosial. UGM, kata Wening memiliki data sebagai pembanding dari narasi di media sosial. “Kita tidak akan masuk ke dalam polemik, terutama polemik di sosial media. Dasar kami bukan interpretasi pada apa yang disampaikan orang satu ke orang lain, tapi dasar kami adalah data yang kami punya,” urai Wening.

Meski demikian Wening menerangkan UGM tidak bisa begitu saja membuka data-data yang dipunyainya. Wening menegaskan UGM siap menjadi saksi terkait keaslian ijazah Jokowi apabila dipanggil oleh pengadilan. “Apabila ada keinginan untuk kami menunjukkan data-data itu secara detail, secara telanjang itu, kami bertanya, ini siapa yang paling berhak untuk membaca dokumen-dokumen kami,” tegas Wening. (mky,net)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry