SURABAYA | duta.co – Luar biasa! Sambutan warga Surabaya terhadap Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno, sangat meriah. Lantunan Salawat Nabi dan pekikan takbir, tak henti-hentinya mengiringi kedatangan Cawapres nomor urut 02 dalam acara pembukaan Posko ‘Be Uno’, Jl Darmo Kali 61 Surabaya, tempat para aktivis 98 berkumpul, Rabu (2/1/2019).

Ada sejumlah profesor, alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta, komunitas emak-emak, komunitas ‘Rabu Biru’ bahkan ojek online (Ojol) tumblek blek di depan Posko ‘Be Uno’.

Mengenakan kaos biru, Sandi menjelaskan, bahwa, ini merupakan pertemuan ke 975 selama ia kampanye keliling daerah.

Tekad relawan ‘Be Uno’ memenangkan pasangan Prabowo-Sandi dalam pilpres 2019 begitu kuat. Mereka siap menyerahkan poskonya secara gratis, membentangkan 1000 banner di Surabaya, melakukan audit  forensik terkait penggelembungan DPT, dan mendorong negeri ini kembali ke UUD 1945 yang asli serta Pancasila.

“Selain itu, kami siap memberikan kontribusi konkret, termasuk menjaga data TPS yang ada. Ribuan alumni ITS, Unair dan UGM siap turun gunung, 1 desa dikawal 1 alumni,” demikian Dr Ir Gunawan Aji, mewakili alumni ITS.

Dalam kesempatan itu, Be Uno juga menyerahkan bantuan hasil saweran sejumlah Rp 6,109 juta. “Luar biasa. Baru kali ini saya sebagai calon wakil presiden disawer pendukung baik dari alumni PTN dan relawan lain, biasanya saya yang nyawer masyarakat. Tapi pemberian ini sangat bermanfaat untuk tujuan bersama Indonesia adil makmur,” jawab Sandi.

Tak kalah menarik, ketika dibuka acara dialog Sandi dengan perwakilan kelurahan. Ny Saudah misalnya, perempuan yang dikenal sebagai pengusaha minuman herbal ini, mengeluh soal harga rempah yang naik gila-gilaan.

“Dulu harga kencur itu Rp 7 ribu perkilo. Sekarang ini Rp 80 ribu. Bagaimana bisa jualan. Sudah begitu, kalau utang ke bank harus pakai jaminan, mana punya?” tegasnya.

Sandi dengan telaten menjawab pertanyaan masyarakat. Ia juga memberitahu, bahwa, semua pertanyaan terekam dengan apik di facebook, bukan hanya materinya, sampai siapa yang bicara terekam semua.

“Selama saya turun ke bawah, belum pernah ada yang bertanya kapan mau bangun infrastruktur, belum pernah,” tegasnya.

Dijelaskan Sandi, bahwa, kebutuhan jalan Tol adalah menengah ke atas. Sementara kebutuhan yang mendesak bagi rakyat, adalah menengah ke bawah. Karena itu, fokusnya harus ke ekonomi menengah ke bawah.

“Caranya bagaimana, buka lapangan kerja, jamin harga yang stabil. Jangan hanya pengusaha besar yang dipermudah, yang kecil dipersulit. Ciptakan lapangan kerja untuk rakyat sendiri, bukan untuk tenaga kerja asing,” tegasnya.

Soal harga kencur yang naik drastis, menurut Sandi ini lantaran kita sekarang orientasimnya impor melulu, sehingga produksi nasional lemah. “Ke depan harus memperkuat produksi dalam negeri. Karena itu, 2019 harus…,” kata Sandi sambil bertanya.

“Harus presiden baru, wakil presiden baru,” terus pengunjung.  (dev)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.