
SURABAYA | duta.co – Di tengah kondisi perusahaan yang kian terpuruk, PT Kasa Husada Wira Jatim, anak perusahaan dari BUMD PT Panca Wira Usaha (PWU), terus berupaya bangkit meski menghadapi berbagai persoalan serius, salah satunya penyelesaian kewajiban terhadap karyawan yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Direktur Utama PT Kasa Husada Wira Jatim, Norman Fauzi, menegaskan bahwa perusahaan harus segera diselamatkan, terutama pemenuhan hak-hak karyawan harus menjadi prioritas utama dan dilakukan sesegera mungkin. Menurutnya, opsi paling realistis saat ini adalah melalui pelepasan saham dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kasa ini perlu diselamatkan kemudian kasa ini juga harus segera menyelesaikan kewajibannya atas dampak PHK itu harus segera diselesaikan secepat-cepatnya. Harapan yang terbaik adalah pelepasan saham,” ujarnya Abah Norman sapaan akrabnya pada Kamis (8/1/2026).
Selain itu, ia juga mempunyai harapan besar pada BUMD lain, untuk dapat bergotong royong membantu Kasa Husada. Pasalnya, perusahaan tersebut pernah memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membantu anak perusahaan lain pada masa kejayaannya.
”Tapi kenapa ketika kami terpuruk justru kami harus melangkah sendiri? Nah, ini pun sudah di-backup penuh sama PWU,” tegasnya.
Abah Norman juga mengungkapkan bahwa kajian serta persetujuan terkait penyelamatan perusahaan sejatinya telah tersedia. Ia mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk melibatkan Petrogas Jatim dan Bank Jatim dalam dukungan permodalan agar rencana pelepasan saham dapat terealisasi.
“Dengan terjualnya saham, paling tidak persoalan karyawan bisa segera diselesaikan,” katanya.
Di sisi lain, manajemen Kasa Husada juga mulai melakukan penyesuaian strategi bisnis dengan membuka kerja sama lintas sektor. Salah satunya melalui pemanfaatan branding dan nama perusahaan untuk kegiatan produksi tertentu, seperti pabrik infus.
“Sekarang kami jual branding, jual nama. Ini bagian dari strategi bisnis agar tetap bertahan,” jelasnya.
Di tengah tekanan yang dihadapi, Abah Norman menyebut mulai muncul sinyal positif. Pada November lalu, Kasa Husada berhasil membukukan keuntungan sebesar Rp34 juta setelah bertahun-tahun mencatatkan kerugian.
“Keuntungan bukan hanya soal profit besar, tapi bagaimana kerugian bisa dikurangi. Itu juga prestasi,” ujarnya.
Menatap tahun 2026, Abah Norman menyatakan optimisme bahwa roda perusahaan akan terus bergerak. Ia menegaskan, Kasa Husada yang telah berdiri hampir satu abad akan terus berjuang bangkit melalui proses yang bertahap.
”Saat ini Kasa reborn itu akan terus berjuang dan tidak semudah membalikkan tangan, tapi akan tetap berproses, paling tidak menuju ke sana,” pungkasnya. (rud)





































