
SURABAYA | duta.co – Jagat media sosial ramai dengan pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto terkait kabar ‘Indonesia gelap’. Prabowo bahkan menyuruh ‘kabur saja’ bagi mereka yang merasa tidak nyaman tinggal di Indonesia. Terlebih Prabowo menyebut negeri Yaman.
Ini kalimat Prabowo yang dinilai berbahaya: “Terus kita dibikin apa lagi? Indonesia gelap. Matanya buram Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur? Kabur aja. Kok kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman ya? Silakan. Mau kabur ke mana?” ucapnya saat groundbreaking proyek hilirisasi, Kawasan Industri Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026) seperti dikutip detik.com.
Warganet tampaknya tersinggung dengan gaya komunikasi Prabowo. WA Grup bertajuk ‘ALUMNI ANSOR NASIONAL’ misalnya, sudah berkali-kali membahas kalimat ‘Mungkin Ada yang Mau Kabur ke Yaman, Ya? Silakan’. “Ini berbahaya! Kalimat ini debatable dan bisa menyinggung perasaan warga Yaman,” demikian salah satu anggota grup itu kepada duta.co, Kamis (30/4/26).
“Pertanyaan Presiden Prabowo yang bilang: Pengkritiknya kabur saja ke Yaman, bukan sekedar bumbu pidato yang pedas. Ini adalah retorika yang berbahaya. Kalimat tersebut menunjukkan sikap anti kritik yang dibalut sentiment merendahkan negara sahabat. Pidato itu berbahaya secara diplomatik dan bermasalah secara etika,” kata warganet yang jadi bahasan.
Pertama, katanya, itu menciderai diplomatik. Yaman, itu memiliki ikatan sejarah, darah dan intelektual yang sangat kuat dengan Indonesia. “Ribuan santri dan pelajar kita sedang menimba ilmu di sana. Menjadikan Yaman sebagai analogi tempat pembuangan bagi mereka yang dianggap bermata buram, adalah penghinaan terselubung,” jelasnya sambil bertanya mengapa negara-negara dengan kekayaan sejarah spiritual seperti Yaman kok dijadikan bahan ejakan.
Kedua, ada ironis sejarah. “Ada aroma kemunafikan yang menyengat. Publik tidak akan pernah lupa, bahwa, Prabowo sendiri pernah memilih tinggal di luar negeri Yordania, saat menghadapai situasi politik pelik di tanah air pasca 1998. Mengapa kini dia justru menggunakan narasi kabur ke negara Arab sebagai senjata untuk melawan pengkritiknya,” katanya penuh tanya.
Orang berbeda (lagi), juga menyoal kata ‘Tidak Ada Dalam Sejarah’. Ini terkait pembicaraan Presiden Prabowo yang mengatakan tidak ada dalam sejarah dunia (negara) yang bisa membuka ribuan koperasi dalam satu tahun. “Tikak ada, lihat dalam sejarah Indonesia, juga tidak rupiah melemah sampai Rp17.300/USD. Tidak pernah ada. Bahkan dalam sejarah, ada tidak gaji guru yang lebih rendah dari tukang cuci piring (MBG), tidak ada,” jelasnya sambil nyerocos terus mengkritik Presiden Prabowo.
Seperti kita tahu, saat groundbreaking proyek hilirisasi, Kawasan Industri Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4), Presiden Prabowo memang menekankan bahwa perjalanan bangsa Indonesia merupakan proses panjang dan penuh tantangan, yang ia ibaratkan sebagai ‘long march’ atau perjuangan panjang.
“Jadi saudara-saudara hilirisasi ini adalah hal yang bersejarah. Perjalanan satu bangsa yang saya katakan lama, susah, ibarat ‘long march’. Ini ‘long march’ satu bangsa. ‘Long march’ satu bangsa,” kata Prabowo.
“Kita dijajah, kita diadu domba, kita diinfiltrasi, dibikin pemberontakan-pemberontakan. DI/TII, Angkatan Perang Ratu Adil, RMS, PGRS-Paraku, PRRI-Permesta terus gerakan ini gerakan itu,” lanjutnya.
Menurutnya, Indonesia kini sudah mulai hidup secara mandiri. Ia lantas heran masih adanya narasi negatif seperti ‘Indonesia gelap’ dan ‘kabur saja’. Ia mempersilakan jika ada pihak yang ingin kabur.
“Terus kita dibikin apa lagi? Indonesia gelap. Matanya buram Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur? Kabur aja. Kok kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman ya? Silakan. Mau kabur ke mana?” ucapnya.
Ia mengajak masyarakat, khususnya kalangan intelektual, lebih objektif dalam melihat kondisi global dengan membaca dan memahami perkembangan dunia. Prabowo menyebut Indonesia kini termasuk negara yang dinilai aman di dunia. “Hei orang-orang pintar, bukalah, bukalah berita ya, lihatlah. Kita ditempatkan sebagai negara yang paling aman di dunia sekarang. Kabur aja deh. Kabur aja biar kita nggak gaduh,” ujarnya dikutip detiknews.(mky,dtc)






































