
JAKARTA | duta.co – Resmi! Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman secara resmi melantik jajaran pengurus Majelis Pertimbangan Partai (MPP), Dewan Pengurus Pusat (DPP), serta Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS masa bakti 2025–2030.
Pelantikan berlangsung saat Musyawarah Nasional (Munas) VI, Ahad (28/9/2025) di Hotel Sultan, Jakarta yang dibuka Ketua Majelis Syura dan disambut riuh tepuk tangan seluruh peserta Munas dari Sabang hingga Merauke.
Dalam sambutannya, lelaki yang S2 dan S3 di Jepang ini, mengajak seluruh peserta Munas untuk menundukkan hati dan memohon pertolongan kepada Allah SWT agar forum lima tahunan PKS ini berjalan dengan penuh keberkahan.
“Saudara-saudara sekalian peserta Munas VI PKS, marilah kita memohon kepada Allah SWT agar munas kita bisa diselenggarakan dengan lancar, baik, dan menghasilkan hal-hal yang positif untuk kepentingan umat, bangsa, dan negara Indonesia.” ujar Sohibul.
“Marilah kita buka Munas VI ini bersama-sama dengan membaca lafadz basmalah. Dengan ini Munas VI PKS resmi dibuka,” imbuhnya.
Sontak, suasana ruangan dipenuhi gemuruh tepuk tangan peserta yang hadir. Momentum ini juga menjadi penanda dimulainya rangkaian agenda penting Munas VI PKS yang akan berlangsung selama dua hari, 28–29 September 2025.
Nah, usai membuka acara, Sohibul Iman melantik jajaran pengurus Majelis Pertimbangan Partai (MPP), Dewan Pengurus Pusat (DPP), serta Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS masa bakti 2025–2030. Pelantikan ini menegaskan komitmen PKS untuk memperkuat struktur organisasi dari pusat hingga daerah dalam rangka mengokohkan peran partai di tengah masyarakat.
Susunan Dewan Syariah Pusat Partai Keadilan Sejahtera Masa Bakti 2025–2030 terdiri dari tokoh-tokoh nasional. Sebagai Ketua, Dr KH Muslih Abdul Karim, MA. Siapa tidak mengenalnya? Ialah kiai ada Lamongan Jawa Timur, yang lahir 15 Maret 1955. Doktor lulusan Makkah Almukarramah ini juga dikenal sebagai dosen LIPIA Jakarta, Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, dan PTIQ Jakarta.
Masih dari Dewan Syariah Pusat PKS, lembaga ini juga diperkuat KH Mahmud Mahfudz, Lc, MH sebagai Sekretaris. Ialah alumni Pesantren Tebuireng, Jombang yang rajin mengkaji kitab-kitab Almaghfurlah KH Hasyim Asy’ari, seperti Irsyadus Sari (kumpulan kitab) karya Mbah Hasyim, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
“Beliau sangat menguasai. Di samping itu beliau juga konsisten menghidupkan tradisi Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) PKS yang diikuti ribuan santri muda dari berbagai pesantren. Ini sangat baik bagi santri-santri muda guna berpacu menguasai kitab-kitab klasik,” demikian disampaikan Prof Dr Mukhrojin kepada duta.co, Ahad (28/9/25). (mky,pks)





































