Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (tengah), Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Kepala Dinkes PPKB dr Triastutik Sri Prastini Sp.A saat kegiatan Paparan Aplikasi. DUTA/YUSUF W

MOJOKERTO  | duta.co – Aplikasi Inovasi Gerbang Layanan Informasi Terpadu dan Terintegrasi (Gayatri) masuk pada Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020. Penghargaan atas gagasan yang diprakasai Dinas Kesehatan Kota Mojokerto tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo kepada Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Gedung Tribata, Jakarta Selatan.

Tidak puas dengan prestasi itu, Dinkes Kota Mojokerto akan mengembangkan aplikasi ini menjadi aplikasi yang terintegrasi dengan dengan seluruh unit kerja pemerintah kota Mojokerto dan aplikasi lain. Sehingga nantinya tidak hanya terkait data masyarakat du bidang kesehatan namun akan mencakup data masyarakat secara total.

Hal ini terungkap dalam kegiatan Paparan Aplikasi Pendukung Kegiatan Pendataan Kesehatan Bagi Tenaga Kesehatan Pendamping yang dilaksanakan di Sabha Krida Tama Gedhong Hageng Rumah Rakyat, jalan Hayam Wuruk,  Senin (4/4/2022). Hadir dalam giat tersebut diantaranya Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) dr Triastutik Sri Prastini Sp.A dan sejumlah perwakilan OPD.

Dalam pengarahannya Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, niat awal dari Aplikasi Gayatri adalah sebagai embrio untuk kota Mojokerto satu data. Namun karena di tangan 2019 datanya yang lengkap baru di bidang kesehatan, makanya pintu masuknya di bidang kesehatan. Namun nanti keluarannya kota Mojokerto satu data. “Maka kalau bicara satu data, kata kuncinya adalah integrasi,” tandasnya.

Makanya, lanjutnya, hal ini akan selesai disampaikan dalam setiap rapat agar semua paham bahwa tujuan dari Gaya adalah kota di satu data. Tapi pintu masuknya bidang kesehatan dulu karena yang tersedia baru bidang kesehatan. “Makanya yang selalu saya sampaikan adalah pembaharuan. Salah satunya yang belum diwujudkan mengintegrasikan dengan rumah tangga,” katanya.

Memang rumah sakit milik Pemkot Mojokerto tipe B namun tidak menutup kemungkinan dapat diintegrasikan dengan rumah tangga lainnya. “Integral dengan rumah sakit lainnya perlu kebijakan yang tinggi, yakni kebijakan dari wali kota. Apalagi dalam bentuk surat keputusan ataupun Perwali,” tegasnya.

Menurut Ning Ita (sapaan akrab wali kota Mojokerto), hal ini sudah menjadi arahnya dari kementrian pada waktu itu karena muaranya adalah satu data. “Kalau pintu masuknya data bidang kesehatan, maka seharusnya juga bisa diketahui pola pasien, penyakit, dan sebagainya penanganan pasien di seluruh rumah sakit di kota Mojokerto, khususnya warga kota Mojokerto atau yang berdosa di kota Mojokerto,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, mengawali satu data di Indonesia, Aplikasi Gayatri menjadi akses pertama bagi Kota Mojokerto dalam bidang kesehatan untuk melayani masyarakat. Dalam aplikasi yang dapat diunduh melalui smartphone pribadi itu, masyarakat bisa dengan mudah melakukan aktivitas seperti layanan pengingat jadwal kontrol, akses layanan Primary Care (PCare) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, pembaharuan secara rutin kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Kelebihan dari Gayatri selain memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, kami juga memberikan informasi secara real time update Covid-19 di Kota Mojokerto. Sehingga, masyarakat dapat terus mendapatkan informasi sscara valid dari aplikasi tersebut.ywd

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry