AKSI demo di atas kapal di perairan sekitar PLTU Paiton. (duta.co/fathul)

PROBOLINGGO | duta.co – PLTU Paiton unit 7 dan 8 didemo oleh sejumlah Aktivis Lingkungan Hidup, Senin (30/11/2020).

Bukan tanpa sebab, sejumlah aktivis tersebut memprotes PLTU unit 7 dan 8 karena diduga telah merusak ekosistem alam sebab batu bara dari unit tersebut tumpah ke laut sehingga berdampak buruk kepada perairan sekitar menjadi tercemar.

Aksi ini merupakan wujud ekspresi kepedulian para aktivis terhadap ekosistem laut kepada degradasi laut yang wajib dilindungi oleh semua orang.

Anton Marsono, Ketua Aksi Koalisi Laut Biru 2020 menjelaskan, aksi tersebut terjadi setelah pihaknya menerima laporan dari Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas).

“Dalam aksi ini, kami minta pihak terkait memperhatikan batu bara yang tumpah ke laut ini, selama mereka beroperasi batu bara yang tumpah belum juga dibersihkan,” jelas Anton.

Diketahui dugaan perairan yang rusak seluas 14.580 meter kubik dengan volume 19 ton semenjak PLTU unit 7 dan 8 mulai beroperasi.

Bambang J, salah satu pihak terkait PLTU 7 dan 8 mengatakan, pihaknya akan memberikan tanggapan dan keterangan terkait hal ini sesegera mungkin.

“Mohon tunggu sebentar ya mas, saya akan segera hubungi Person In Charge (PIC),” kata Bambang kepada duta.co. hul

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry