JOMBANG | duta.co – Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Jombang (LSM AMJ) mempertanyakan kinerja dan hasil capaian Bupati Jombang, Mundjidah Wahab. Pasalnya, selama kepemimpinan Mundjidah Wahab, belum ada perubahan yang signifikan dirasakan oleh masyarakat. Bahkan, mereka menilai sembilan janji politik atau program utama pada pasangan Mundjidah Wahab – Sumrambah (MuRah) pada kampanye 2018 lalu, hingga kini masih sekadar janji manis.

Pasangan Munjidah Wahab-Sumrambah dengan jargon ‘Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing’ tak mampu membendung ‘Libido Politiknya’ saat mencalonkan diri untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Jombang periode 2018-2023, kala itu. Terbukti, dengan jargon tersebut, kedua pasangan itu akhirnya dipercaya oleh masyarakat Jombang untuk memimpin Kabupaten Jombang.

Ketua LSM AMJ, Waras Zainuddin, mengatakan, kini di masa kepemimpinan Munjidah Wahab-Sumrambah, tidak bisa berlari kencang seperti bunyi jargon yang menjadi jualannya pada saat janji kampanye itu. Realisasi janji-janji politik pun, kata dia, ibarat masih jauh panggang dari pada api, yang artinya janji manis sembilan program yang disodorkan pada masyarakat Jombang, jauh dari yang diharapkan warga.

“Salah satunya adalah terkait infrastruktur yang ada di pedesaan hampir tidak tersentuh. Malah sekarang membangun drainase yang berada di Jalan Wahid Hasyim dengan anggaran yang cukup fantastis. Inilah bukti ketimpangan yang nyata,” kata Waras Zainuddin, Ketua LSM AMJ, Kamis (10/6/2021).

Selain itu, imbuh Waras, dari sistem pemerintahan atau pun oknum-oknum yang menjalankan sistem tersebut, juga masih amburadul. Ia menjelaskan, dalam pengurusan izin pemanfaatan ruang (IPR) yang berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), masih jauh dari harapan.

“Bayangkan, dalam mengurus IPR, sudah berjalan 14hari belum kelar-kelar. Ini kan sudah menunjukkan lemahnya kinerja Bupati dan Wakil Bupati Jombang, dalam menjalankan sistem yang ada,” tegasnya.

Untuk itu, Waras juga mempertanyakan dengan visi dan misi ‘Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing’. Karena menurutnya, sampai sekarang belum ada langkah-langkah konkrit ataupun gebrakan yang dilakukan oleh pasangan MuRah.

“Benarkah visi dan misi itu akan dilaksakan dengan baik ataukah hanya sebatas ‘angin syurga’ untuk masyarakat Jombang. Dan atau kah jargon yang sudah diciptakan hanya sebagai bahan dongeng untuk masyarakat Jombang pasca kampanye,” jelasnya.

Masih menurut Waras, anti pungli yang merupakan bagian dari jargon MuRah, dirasa aromanya juga masih tidak jauh berbeda dengan periode kepemimpinan sebelumnya.

“Sebenarnya ini program yang tepat untuk menunjukkan sisi bedanya dengan pemerintahan yang lalu. Tapi, sayangnya belum dapat dipraktekkan pada tataran empiris,”  pungkasnya. (dit)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry