MOBIL SMK : Plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Hudiyono memberangkatkan sembilan mobil yang berisi peralatan-peralatan praktik untuk sekolah-sekolah pinggiran, di halaman Dindik Jatim, Senin (12/8). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co  –  Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur kini memiliki sembilan Mobil SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).

Mobil ini dilengkapi peralatan yang sangat canggih untuk membantu sekolah-sekolah khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK) yang minim fasilitas praktik.

Sembilan Mobil SMK itu dilaunching secara resmi oleh Plt Kepala Dindik Jatim, Hudiyono didampingi Kabid SMK Suhartono di halaman kantor Dindik Genteng Kali Surabaya, Senin (12/8).

Mobil SMK ini sebelumnya pernah dimiliki Dindik Jatim. Tapi, karena peralatan yang dulu sudah ketinggalan zaman,maka perlu dilakukan penyesuaian.

Karena, saat ini, di tengah kecanggihan teknologi yang semakin tinggi, siswa juga perlu belajar dengan alat-alat yang canggih pula, agar tidak ketinggalan zaman.

Hudiyono yang ditemui usai launching mengatakan SMK yang merupakan pendidikan vokasi, butuh alat praktik yang sesuai dengan jurusannya. Terkadang, SMK yang memiliki jurusan tertentu tidak didukung dengan alat praktik untuk mendukung jurusan tersebut.

Bahkan, saat ini, dari 2.078 SMK yang ada di JawaTimur, masih 60 persen yang masih belum memiliki standar sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

“Kalau kita lengkapi fasilitas itu sekarang, jelas tidak mungkin karena itu semua butuh waktu. Nah, sambil menunggu waktu itu, kita sediakan mobil ini. Agar mereka bisa memanfaatkan semua itu,” tukas Hudiyono.

Ini salah satu bentuk layanan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar semua siswa SMK khususnya, bisa memiliki keterampilan sehingga bisa menjadi lulusan yang siap bekerja, terampil dan mumpuni.

Apalagi, alat-alat yang di dalam mobil itu sudah disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Karena   dalam hal ini, Dindik Jatim sudah menjalin kerjasama dengan industri untuk alat-alat yang saat ini dipakai kalangan industri.

“Bahkan, kurikulum di mobil itu sudah menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Jadi tidak main-main,” tukas Hudiyono.

Sembilan Mobil SMK itu, masing-masing mobil berisi alat yang berbeda. Ada yang berisi mesin bengkel motor, bengkel mobil, Computer Numerical Control (CNC) yang sangat canggih dan banyak alat lainnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Hudiyono didampingi Kabid SMK Suhartono melihat fasilitas-fasilitas peralatan yang ada di dalam mobil SMK. DUTA/endang

Nantinya mobil ini akan berkeliling ke sekolalah-sekolah yang membutuhkan. Dalam sekali putaran, satu mobil akan mendatangi satu wilayah, berarti sembilan mobil akan ada sembilan wilayah.

Sekali mendatangani satu SMK, mobil ini akan tinggal selama seminggu. Setelah itu, akan berpindah ke sekolah yang membutuhkan.

“Bisa sekolah itu yang mengajukan atau kita yang mendatangani sesuai data sekolah yang sudah kami miliki. Tapi kalau sekolah yang meminta, kami akan prioriotaskan,” tandas Hudiyono.

Dengan langkah ini, tujuan Pemprob Jatim untuk bisa menyetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas bisa terwujud. Karena terus terang, kata Hudiyono, SMK ini menjadi andalan Pemprov dan akan terus dijadikan prioritas pembangunan SDM. end