Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi (dua dari kanan) didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMA, Ety Prawesti (kanan) melihat karya siswa SMAN 3 Bangkalan yang mengikuti pameran di Kantor Dindik Jatim, Kamis (14//10//2021). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur memberikan penghargaan kepada SMA Double Track melalui ajang Millenial Entrepreneur Award 2021. Ajang yang pertama kali digelar sejak program Pemerintah Provinsi Jawa Timur digulirkan pada 2019 lalu.

“Untuk memacu agar sekolah penerima program ini bisa semangat lagi dalam menjalankan program double track,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi usai penyerahan penghargaan di Kantor Dindik Jatim, Kamis (14/10/2021).

Ada banyak katagori untuk penghargaan ini. Masing-masing katagori dipilih tiga pemenang. Salah satu yang menjadi pemenang katagori Tata Rias adalah SMAN 3 Bangkalan. Sekolah ini juga terpilih menjadi salah satu dari empat penerima program double track untuk memamerkan karya di ajang penghargaan ini.

SMAN 3 Bangkalan menerima program double track selama tiga tahun. Di tahun ketiga, baru menerima untuk dua bidang keahlian yakni pengantin muslim dan tata boga.

Iskandar selaku kepala sekolah mengaku senang setiap tahun menerima program double track ini. “Kami tersanjung diberi program ini. Ini bisa membantu anak didik kami agar bisa mandiri walau mereka tidak melanjutkan ke perguruan tinggi,” ungkapnya.

Diakui Iskandar, sekolahnya sangat cocok mendapatkan program ini. Karena banyak lulusan yang tidak bisa melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. “Sehingga bekal yang mereka dapat dari double track ini bisa sangat bermanfaat,” ungkapnya.

Program SMA Double Track sendiri dilakukan Dindik Jatim, untuk sekolah-sekolah yang minimal 60 persen lulusannya tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi.

Siswa yang berhak mengikuti program ini adalah mereka yang duduk di kelas XI dan dipilih hanya 30 siswa setiap keahliannya. Mereka yang terpilih berdasarkan seleksi yang dilakukan pihak sekolah.

SMA double track sudah menjangkau 158 sekolah di 28 kabupaten di Jatim. Melibatkan 1.497 trainer dan diikuti 34.599 siswa. Dari jumlah siswa terbentuk 1. 916 kelompok usaha siswa (KUS) yang mengembangkan 755 produk unggulan. Dan 9.157 siswa sudah bisa mandiri dengan berwirausaha.

Yang membanggakan selama program ini berlangsung, omset KUS mencapai Rp 899.959.375 dengan laba Rp 269.987.807.

Program Double Track untuk tata rias pengantin berhijab. DUTA/endang

“Kami ingin sekolah yang sudah mendapatkan program double track ini bisa menjadi pengampu sekolah lain yang ada di sekitarnya,” tukas Wahid.

Wahid pun juga mendorong sekolah yang selama ini belum menerima program ini bisa melakukan program serupa secara mandiri tanpa harus menunggu pendanaan dari pemerintah provinsi.

“Silahkan melakukannya. Bahkan ke depan kami mendorong semua SMA bisa melakukan pelatihan vokasi,” tuturnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry