Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gresik Langu Pindingara berfoto dengan nelayan pesisir utara Gresik usai memberikan bantuan hibah alat tangkap ramah lingkungan dari KKP.
GRESIK | duta.co – Perhatian serius Dinas Perikanan Gresik akan potensi pengembangan perikanan air tawar cukup besar. Salah satu langkah yang akan dilakukan tahun ini tidak hanya mengembangkan perikanan ikan air tawar namun juga ikan air payau. Pada air tawar akan dikembangkan ikan lele, patin, nila dan udang. Lalu kerapu, kepiting dan bandeng untuk air payau.
Diterangkan Langu Pindingara kepala Dinas Perikanan Gresik, karena bisnis ini sangat menjanjikan sehingga pendapatan masyarakat nelayan dan sekitarnya bertambah dan spesies tersebut meningkat. “Untuk wilayah selatan (air tawar) kami pilih Kecamatan Menganti, Cerme, Balongoanggang. Sedangkan air payau di wilayah Utara, kecamatan Sidayu,” terangnya, Kamis 11/1/2018.
Bahkan perikanan ikan air tawar ini, sekaligus akan dijadikan percontohan di Kabupaten Gresik. Menjanjikannya bisnis ikan air tawar dewasa ini, menjadi salah satu alasan kenapa Dinas Perikanan akan lebih fokus pada program ini. Pengembangan ikan air tawar ini, sebenarnya sejak tahun lalu diprogramkan, namun baru tahun ini bisa direalisasi.
Terlebih, alokasi anggarannya sudah tersedia di dalam APBD 2018 senilai Rp 400 juta. Dana sebesar ini di tahun pertama dinilai cukup sebab lahan disediakan pihak petani dan kelompok tidak membutuhkan pembebasan lahan. “Kita hanya memberikan bantuan bibit dan fasilitas pendukung lainnya,” tambahnya.
Langu menambahkan dalam waktu dekat kelompok yang ada di Menganti akan diberikan mesin pembuat pakan ikan. Alat tersebut diberikan dari bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan, sebanyak tiga unit. Diharapkan dari alat tersebut petani ikan tawar tersebut lebih mandiri. (gus/sal)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.