Staf Dinas Pangan dan Pertanian bersama petugas dan penyuluh lapangan saat melakukan Ubinan (pengukur) prediksi hasil panen bawang merah. (FT/Dok.duta/LOETFI)

SIDOARJO | duta.co – Jelang akhir tahun, keuntungan dan banyaknya hasil panen, khususnya bawang merah, menjanjikan hasil berlipat-lipat. Walau sempat harga turun dan tidak stabil, tampaknya banyak membuat petani padi beralih ke berambang merah (bawang merah).

Seperti salah satunya Pak Giban (65), petani asli warga Desa Suwaluh ini mengatakan kepada duta, awalnya, ia belajar menanam bawang merah dari kanal YouTube, karena menanam padi selalu diserang hama tikus dan gagal walau harga turun.

“Alhamdulillah, dari Dinas kabupaten Sidoarjo memberi support ke kelompok tani di desa Suwaluh. Dibantu bibit sebanyak 5 kwintal (500kg) plus pupuk organik,” ujar Gibran.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Sarpras dan Perkebunan, Nusfa Muzdalifah, mengatakan kepada duta, Jumat, (24/12/21), lokasi penanaman bawang merah yang sudah diadakan Demplot (Demontrasi Plot) ada tujuh (7) titik lokasi. 3 di Balong bendo, 1 di Kecamatan Prambon, 2 Kecamatan Wonoayu, Tarik, dan di Sidoarjo Kota.

Masih kata Nusfa, dengan komoditas bawang merah ini, masing-masing lahan 0,5 hektar dan mendapatkan fasilitas bantuan dari dinas terkait yang sudah dilaksanakan saat itu yakni berupa bibit bawang merah 500 kg per lokasi (0.5 Ha) mendapatkan pupuk organik 2000 kg, fungisida 5kg, dan herbisida 10 kg dapat pupuk organik juga.

“Jadi, brambangnya ini semi organik. Untuk biaya garap itu dari petani sendiri yang mengerjakan, dan untuk alat pertanian seperti cultivator dan hand sprayer mendapatkan pinjaman dari dinas, dinas juga turut membantu hingga hasil panen sebagian dijual di Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) yg dikelolah Dinas Pangan Pertanian,” ujar Nusfa.

Optimis Budidaya Bawang Merah, Dinas Siap Dampingi

Nusfa juga menjelaskan, untuk biaya operasional sebesar 92 juta untuk setengah hektar, dan dapatnya 150 juta. Untuk petani yang ingin mencoba bertanam Bawang Merah namun masih awam, dari dinas sendiri tetap akan melakukan pembinaan dan memfasilitasi penyuluhan.

“Kita dari dinas berharap dengan semua yang sudah dilaksanakan oleh dinas ke petani bisa bermanfaat kedepannya. Dan tetap optimis untuk penanaman bawang merah. Artinya, petani harus optimis tetap melanjutkan budidaya bawang merah secara mandiri dan penyuluh siap mendampingi,” tambahnya.

Disamping itu, lanjut Nusfa, untuk mengantisipasi kurangnya alokasi pupuk bersubsidi, maka petani juga disuport dari Kementerian Pertanian berupa pupuk nabati atau pupuk cair organik (POC/PHC) sebagai salah satu solusi berkurangnya alokasi pupuk subsidi dan mahalnya harga pupuk non subsidi. “Pupuk ini diperuntukkan untuk padi ataupun horti,” pungkas Nusfa. (adv/loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry