Oleh: Kukuh Santoso SPdI MPdI*

PENDIDIKAN islam di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri, karena terlebih kebutuhan akan pendidikan rohani. Sebagimana yang disampaikan oleh Fadlil Al-Jamaly, bahwasannya pendidikan islam pada hakikatnya adalah upaya mengembangkan, mendorong, serta mengajak manusia untuk lebih maju berlandaskan nilai-nilai tertinggi dan kehidupan yang mulia sehingga terbentuk pribadi yang lebih sempurna, baik berkaitan dengan akal, perasaan, perbuatan. Sistem pendidikan Islam pun bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber pertama dan utama.

Ada tiga istilah dalam pendidikan islam, yakni tarbiyah, ta’lim dan dan ta’dib. Istilah tarbiyah, menurut Abdurrahman An-Nahrawi adalah memelihara dan menjaga fitah manusia, mengembangkan potensi dan kelengkapan manusia yang beraneka ragam untuk melaksanakan secara bertahap sesuai dengan perkembangan anak. Istilah ta’lim menurut Jalal Ta’lim adalah suatu proses pembelajaran, yang didalamnya memuat ranah kognisi, afektif dan psikomotor. Istilah ta’dib berorientasi pada pembentukan suatu perilaku yang biasa kita sebut dengan akhlak atau budi pekerti. Adab sangat ditekankan dalam pendidikan karena menjamin implementasi ilmu dari teori menjadi perilaku yang memberikan manfaat untuk masyarakat.

Berkembangnya pandemi Covid 19, yang sekarang ini telah menyebar hingga pelosok dunia termasuk Indonesia menjadi bagian wabah global. Yang Menurut data dari laman resmi WHO (World Healthy Organization), wabah ini telah terbukti menelan banyak korban kira-kira hampir 14.000 jiwa.  Situasi kekhawatiran dan kepanikan seperti ini membuat masyarakat menggantungkan pendekatan terhadap kebutuhan agama menjadi sandaran manusia di dunia.

Seperti yang dikatakan oleh Gus Dur:  “Peran agama sesungguhnya adalah mebuat orang sadar akan fakta bahwa dirinya adalah bagian dari umat manusia dan alam semesta”. Dan Sesuai dengan firman Allah di Q.S. Fushilat ayat 53: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkan (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”

Wajib kiranya muslim dan muslimah selalu mengedepankan nilai spiritualitasnya dan sudah menjadi tanda kebesaran Allah swt atas diturunkannya wabah ini, bukan menyalahkan asal wabah ini dari mana. Sebagaimana firman Allah di Surah Ali-Imran: “Ya rabb kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia, maha suci engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Dengan adanya wabah ini maka dunia Pendidikan Islam diminta mengikuti kebijakan  yang ditetapkan pemerintah. Kamarudin Amin selaku Dirjen Pendidikan Islam mengeluarkan surat edaran, dan menyatakan “Bahwa proses belajar mengajar dibawah naungan Kementerian Agama pada semester genap diganti dengan kuliah online (daring)”. Semua aktivitas dilakukan dari rumah. Tidak hanya Kementerian Agama saja yang mengeluarkan edaran itu, tetapi Kemendikbud pun juga mengeluarkan edaran yang sama.

Dari dikeluarkannya kebijakan dari pemerintah menjadi sebuah tantangan besar untuk pendidikan islam. Pendidikan islam akan berkolaborasi dengan teknologi, yakni melalui jaringan internet. Proses belajar mengajar yang biasanya dilakukan disekolah berhadapan dengan guru secara langsung, maupun berhadapan dengan kyai di pondok pesantren, sekarang beralih dan berkembang menuju pendidikan berbasis media internet (online). Sesuatu hal yang tidak biasa dilakukan oleh orang-orang. Tetapi pendidikan islam selalu relevan, mengikuti perkembangan zaman apalagi di masa kini sudah masa digital.

Adanya istilah  tarbiyah, ta’lim dan dan ta’dib, dalam pendidikan islam ini, jika diterapkan dipandemi, maka istilah ta’lim hanya berlaku pada aspek kognitif atau pengetahuan saja. Namun, ada peran orang tua dalam pengawasan belajarnya. Seperti istilah ta’dib, perilaku atau akhlaknya jika di rumah dan lingkungan masyarakat. Sehingga pendidikan Islam tidak dilaksanakan ketika disekolah saja, tetapi juga dilakukan di lingkungan rumah dan masyarakat. Memang belajar tidak selalu mudah. Pergeseran pendidikan islam bisa dilakukan di rumah dan bisa diawasi. Kemudian, istilah tarbiyah ini merujuk ke perkembangan murid tersebut. Bisa dilihat dari belajarnya ketika di rumah, sikapnya dan perilakunya.

Tidak meninggalkan prinsip dasar pendidikan islam, yakni prinsip tauhid. Prinsip yang melahirkan tata nilai dengan dijiwai kesadaran bahwa Allah adalah sumber otoritas yang mutlak, seluruh pencarian manusia diarahakan dan diserahkan kepada Allah SWT .

Maka dari itu, bentuk pendidikan islam yang dilakukan saat pandemi ini dan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan adalah seperti kajian islam kontemporer, seminar online, ngaji kitab yang biasanya dilakukan pondok pesantren juga dilakukan media online.  Semua ikut menggerakkan model seperti ini karena metode untuk menjaga agar jangan sampai terkikis kebiasaan-kebiasaan kajian rutin yang dilakukan pada bulan Romadhon ini.

Kemudian, melanjutkan istilah ta’dib yang berorientasikan akhlak atau bisa dikatakan pembentukan akhlak yang baik itu dapat dilakukan  dari segi pengamalan dikehidupan sehari-hari. Seperti sekarang ini, Indonesia sedang terjangkit wabah Covid 19, disitu perwujudannya dengan ikut berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial dan sebagi motor penggerak sosial. Sikap saling membantu dan kepedulian kepada manusia sudah termasuk perwujudan dari sikap (hablumminannas).

*Penulis adalah Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang.

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry