Grand Desain Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam UIN Maliki Malang yang baru diresmikan.

MALANG | duta.co – Diresmikan Rektor baru, Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kini miliki laboratorium dan Museum Pendidikan Islam Indonesia. Dilengkapi dengan mini theater, ruang diaroma, ruang koleksi yang mewah lagi nyaman, serta karya-karya ulama dan dosen kampus ini. Diharapkan fasilitas ini akan menjadi kiblat baru dalam memperluas khazanah pengetahuan Islam di dunia.

Rektor UIN Maliki Malang yang baru, Prof Dr HM Zainuddin MA mengakui, bahwa peresmian ini merupakan tugas perdana menjabat. Laboratorium dan museum pendidikan Islam di Indonesia di kampus ini merupakan satu-satunya yang ada di Nusantara. Selama ini orang luar jika mau mempelajari sejarah Islam datang ke museum Lieden di Belanda.

“Maka dengan berdirinya museum pendidikan Islam Indonesia ini, dapat menjadi kiblat baru dalam memperluas khazanah pengetahuan Islam,” ungkap Prof Zainuddin, Jum’at (30/07).

Rektor UIN Maliki Malang ini juga berharap dengan berdirinya Lab dan museum pendidikan Islam ini menjadi pusat pembelajaran Islam di masyarakat. Di samping itu, peresmian ini juga sejalan dengan target Kementrian Agama Republik Indonesia yang akan menjadikan Indonesia pusat kajian Islam di dunia. Hal tersebut selaras dengan Road Map kampus Ulil Albab ini yang ingin meraih reputasi internasional.

Ditambahkan oleh Ketua Pengelolah Lab dan Museum Pendidikan Islam di Indonesia, Yadi Ferdiansyah MPd. Bahwa ide pembangunannya digagas oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr Agus Maimun MPd, 2018 lalu. Kemudian membentuk tim tugas yang terdiri empat orang. Kemudian berkembang lima orang.

Isi dari museum ini meliputi biografi tokoh-tokoh Islam yang berkontribusi dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia. Juga terdapat nama-nama pondok pesantren yang berkontribusi dalam dunia pendidikan Islam di Nusantara. Serta ada berbagai kitab atau manuskrip karya-karya fenomenal dosen-dosen UIN Maliki Malang.

“Bahkan ada kitab berusia 300 tahun, yang menjadi koleksi di museum ini,” kata Yadi.

Masih dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Malang, Dr Agus Maimun mengakui bahwa berangkat dari keprihatinan belum adanya museum pendidikan Islam di Indonesia. Dari itulah ide tersebut berlanjut ke realisasi. Namun ia akui, dalam pembangunan fasilitas literasi ini justru yang sulit ialah mengumpulkan kitab-kitab Islam yang bersejarah.

Lab dan museum ini sengaja dibangun di kampus III UIN Maliki Malang, dengan alasan akan banyak Space pengembangan. Hingga nantinya, dengan banyaknya koleksi yang terus diupayakan ditambah, masyarakat dapat berbondong-bondong mengunjungi dan menambah wawasan mengenai Islam.

“Ini juga sebagai ikhtiar UIN Maliki Malang menambah destinasi wisata edukasi di wilayah Kota Batu,” ungkap Agus Maimun.

Dengan begitu generasi mendatang akan tahu perkembangan sejarah pendidikan Islam di Nusantara. Termasuk juga menghimpun karya-karya fenomenal para dosen UIN Maliki Malang yang berusia 40 tahun atau lebih. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry