WAREK: Pregiwati Pusporini (kanan) dan Rektor UMG Prof Setyo Budi MS (kiri) didampingi Prof H Edy Suandi Hamid, menandatangani pelantikan sebagai Warek II. Duta/Humas UMG

GRESIK | duta.co – Pregiwati Pusporini ST, MT, PhD, resmi dilantik sebagai Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) periode 2017-2021, di Hall Sang Pencerah UMG, Jumat (10/8/2018). Dekan Fakultas Teknik ini menggantikan Moh Nuruddin ST, MT, yang akan berkonsentrasi pada  tugas belajar.

Egi, begitu  Pregiwati Pusporini biasa disapa, pada kepemimpinanya kali ini berusaha menyiapakan sumber daya manusia (SDM) unggul menyambut era industri 4.0. “Teknologi setiap saat terus berkembang dan tidak dapat dibendung oleh siapapun termasuk di bidang pendidikan di perguruan tinggi (PT),” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Egi, PT di Indonesia harus mengantisipasi semakin pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi dalam era industri 4.0. “Kurikulum dan metode pendidikan pun harus menyesuaikan dengan iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif dan mengikuti perkembangan teknologi dan informasi,” tegasnya

Egi lantas memaparkan, era industri 4.0 erat kaitannya dengan inovasi yang diciptakan oleh SDM yang berkualitas. Dan PT wajib menjawab tantangan untuk menghadapi kemajuan teknologi dan persaingan di era globalisasi.

“Kita menginginkan semua lulusan UMG harus memiliki kompetensi yang mumpuni untuk bersaing secara global,” tegasnya.

Untuk itulah, PT, ungkap Egi, dihadapkan dengan tantangan untuk mempersiapkan dan melengkapi SDM dengan kompetensi serta keterampilan, agar terus mampu berkontribusi. Salah sartu jalan, yakni dengan mendorong SDM yang dihasilkan. Untuk itu, tentu tidak bisa melupakan SDM dari para dosennya.

“Intinya selain dengan apa yang saya paparkan di atas, tentunya tidak lupa saya akan melanjutkan program Warek sebelumnya. Salah satu yang terus dipacu demi menghasilkan lulusan yang unggul harus memiliki SDM dosen yang berkualitas,” paparnya.

Untuk itulah, Egi, berusaha memacu agar para dosen membuat buku ajar. “Dan buku ajar itu untuk semua mata kuliah. Atau bisa saja buku hasil penelitian. Dan itu wajib,” ujarnya.

Harapnnya, ungkap Egi, agar dosen tidak lagi berghantung pada buku dari luar tapi dari hasil penelitian dan pemikirannya yang diaplikasikan dalam metode pembelajaran. “Kalau dosen-dosen UMG mampu terpacu untuk melakukan seperti yang saya utarakan di tasa, maka saya yakin, UMG akan menghasilkan lulusan yang unggul dan mampu bersaing di era global,” tandasnya. rum

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.