SURABAYA | duta.co  – Pengurus Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur periode 2021-2023 mendapatkan pengalaman berharga saat dilantik oleh Ketua PP IPM Nashir Efendi di Gedung Negara Grahadi di Surabaya. Ini disaksikan langsung Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur, KH Saad Ibrahim pada Senin (8/11/2021) malam.

Bahkan kedua tokoh di Jatim itu juga memberikan motivasi dan kiat-kiat sukses agar pelajar Muhammadiyah bisa menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk nantinya bisa menerima tongkat estafet kepemimpinan di Jatim bahkan tingkat nasional.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang memberi kesempatan kami pelantikan di Grahadi. Terima kasih juga Ketua PWM Jatim Ayahanda Dr KH Saad Ibrahim yang hadir dan memberi kami nasihat,” ujar Ketua PW IPM Jatim Nafis Zamani Alfiansyah usai pelantikan.

PW Jatim,  lanjut Nafis berkomitmen tetap mengangkat generasi gerakan tentang pelajar madani untuk mewujudkan pelajar dan masyarakat yang berilmu, sekaligus mampu mencerahkan masyarakat. “Kami juga siap mengawal Ibu Khofifah dalam mengusahakan dan memperjuangkan nilai unggul warga Jatim, terutama para pelajar,” terang pemuda asli Pasuruan ini.

Sementara itu, Ketua PW Muhammadiyah Jatim KH Saad Ibrahim menilai pelantikan IPM di Gedung Negara Grahadi ini dapat memberikan pengalaman riil dan batin pada generasi muda yang notabene penerus generasi tua.

“Untuk apa? Ini karena nantinya kalian yang akan melanjutkan kami yang sudah tua, dan kalian akan menjadi pemimpin masa depan serta bagian penting maupun strategis untuk NKRI,” katanya.

“Saya berharap suatu hari nanti pelantikan PP Muhammadiyah dan PP Aisyiyah bisa  digelar di Istana. Mungkin bukan sekarang, tapi di presiden berikutnya. Siapa tahu yang ada di sini nantinya mendapat amanah dan mempersilakan Muhammadiyah dilantik di Istana,” harap pria yang juga dosen di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini.

Kiai Saad juga memberikan nasihat kepada para pengurus dan anggota IPM untuk selalu berusaha optimal melalukan tindakan-tindakan positif serta membiasakan diri menggantungkan masa depan hanya kepada Allah SWT.

“Jangan pernah abaikan bahwa pengurus IPM telah diberi tanda dan diberi ujian memegang amanah sebagai pimpinan. Kalian harus terus-menerus berpikir ke depan, bertindak secara tepat dan biasakan melaksanakan ajaran Islam dengan baik,” pintanya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengucapkan selamat kepada pengurus PW IPM Jatim yang baru dilantik dan berharap selalu amanah menjalankan tugasnya.

“Selamat melaksanakan tugas dan selamat menanamkan jariyah produktif untuk kehidupan bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bernegara,” tutur dia.

Lebih jauh perempuan yang juga Ketum PP Muslimat NU itu menjelaskan bahwa apa yang disampaikan ketua PWM Jatim tentang firosatiddin wasyiasatiddunya itu tidak mudah untuk dijalankan dalam kepemimpinan namun harus terus diupayakan.

Kata kunci untuk bisa melaksanakan itu semua, kata Khofifah adalah dibutuhkan mental investmen atau nilai jatidiri sebagai seorang muslim yang kaffah dan membangun sinergitas dengan berbagai elemen serta pasrah kepada kehendak Allah.

“Referensi untuk membentuk karakter itu saya dibimbing seorang mursyid thoriqoh untuk puasa 60 hari tanpa putus dan sholat malam. Alhamdulillah dengan puasa masalah yang rumit bisa ditemukan rongga-rongga untuk mencari solusi sehingga berbagai persoalan bisa diselesaikan dengan baik,” beber Khofifah.

Dia juga mberikan arahan dan pesan untuk anak-anak muda di IPM agar selalu semangat, sekaligus tak berhenti belajar tentang ajaran-ajaran Islam khususnya membaca Al Quran sebab sumber ilmu itu ada di dalam Al Quran.

“Yang saya ingin tekankan juga, ajak teman-teman kita untuk mengaji. Ingat, Ngaji itu keren dan tadarus juga keren,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Menyiapkan dan membentuk masyarakat madani itu harus terus dilakukan baik melalui ormas keagamaan maupun pemerintahan. Terlebih peradapan renaisance yang muncul dari Timur Tengah lalu bergeser ke Eropa dan Amerika, sejak 2010 kata ilmuan asal Malaysia sudah beralih ke Asia.

“Artinya, kalau Indonesia bisa menjadi arus utama di Asia, maka secara otomatis Islam Wasathiyah atau Islam yang Rahmatan lil Alamin yang akan mempengaruhi peradapan dunia. Karena itu generasi muda harus bisa menyiakan diri untuk mewujudkan hal itu,” pungkas Khofifah. (ud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry