
MOJOKERTO | duta.co – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pratama Pemuda Pancasila Jawa Timur 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kaderisasi sekaligus memperluas jaringan organisasi. Sebanyak 308 peserta dari 12 Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila di Jawa Timur mengikuti kegiatan tersebut.
Sekretaris Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Surabaya, H. Baso Juherman, S.P., S.H., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Diklat Pratama yang dinilainya berjalan sukses.
Menurut Baso, tingginya antusiasme peserta menjadi modal penting bagi Pemuda Pancasila untuk memperkuat soliditas organisasi dan menyiapkan kader-kader yang mampu melanjutkan kepemimpinan di masa mendatang.
“Alhamdulillah, Diklat Pratama Pemuda Pancasila tahun 2026 berjalan sukses. Kami berharap ke depan ada jenjang berikutnya, yakni Diklat Madya dan Diklat Utama,” ujar Baso Minggu,(25/9/2026).
Ia berharap keberhasilan kegiatan tersebut dapat mendorong MPC lain di Jawa Timur untuk menyelenggarakan pendidikan kader serupa. Dengan demikian, proses pengembangan sumber daya manusia di lingkungan organisasi dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan.
Baso menjelaskan, Diklat Pratama merupakan bagian dari proses pembinaan kader yang perlu dilanjutkan melalui jenjang pendidikan berikutnya. Salah satu rencana yang ingin didorong adalah penyelenggaraan Diklat Madya sebagai tahapan pengembangan kapasitas kader.
Meski demikian, pelaksanaan pendidikan kader tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh MPC maupun Majelis Pimpinan Wilayah (MPW). Menurut dia, penyelenggaraannya harus mengikuti mekanisme organisasi dan memperoleh rekomendasi dari Badan Pelaksana Kaderisasi Majelis Pimpinan Nasional (MPN).
“Tidak ada jangka waktu tertentu dari Diklat Pratama ke Madya. Semuanya bergantung pada kesiapan, tetapi harus mengikuti ketentuan dan rekomendasi dari MPN,” jelasnya.
Ketentuan tersebut, lanjut Baso, penting agar proses kaderisasi berjalan sesuai aturan organisasi dan memiliki standar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain membangun soliditas internal, Baso memandang Pemuda Pancasila memiliki potensi untuk menjadi jaringan yang mempertemukan anggota dari berbagai latar belakang profesi dan usaha.
Jaringan tersebut, kata dia, dapat dikembangkan melalui sektor pengusaha, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), olahraga, serta bidang profesi lainnya. Kolaborasi antarkader diharapkan mampu membuka peluang usaha, memperluas relasi, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota.
Baso juga menyinggung keterlibatan kader Pemuda Pancasila dalam sejumlah lingkungan organisasi dan profesi di Jawa Timur. Menurut dia, potensi jaringan tersebut perlu diimbangi dengan proses kaderisasi yang berkesinambungan.
“Pemuda Pancasila ini bisa menjadi jaringan yang kuat, baik dari kalangan pengusaha maupun profesi lainnya. Karena itu, kita juga harus menyiapkan kader-kader berikutnya yang kelak dapat melanjutkan kepemimpinan di Jawa Timur,” ungkapnya.
Ia menilai penguatan jaringan akan lebih bermakna apabila disertai peningkatan kapasitas anggota, semangat kebersamaan, dan kesempatan untuk berkembang melalui berbagai bidang kegiatan.
Di akhir keterangannya, Baso menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah mempersiapkan dan menjalankan kegiatan Diklat Pratama tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam menjalankan peran sebagai kader organisasi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada satuan Korps Marinir yang disebutnya turut mendukung kegiatan, yang dikenal dengan sebutan Libas.
Bagi Baso, keberhasilan Diklat Pratama bukan hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, tetapi juga dari komitmen untuk menerapkan nilai-nilai organisasi, memperkuat kebersamaan, dan menyiapkan kader yang berkualitas.
Dengan partisipasi 308 peserta dari 12 MPC, Diklat Pratama Pemuda Pancasila Jawa Timur 2026 diharapkan menjadi salah satu pijakan untuk memperluas pendidikan kader dan mempersiapkan generasi penerus kepemimpinan organisasi.(gal)








































