
MOJOKERTO | duta.co – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pratama Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Timur yang digelar di Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada 23–25 Oktober 2020, diikuti sebanyak 308 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kaderisasi organisasi, sekaligus mempersiapkan regenerasi kepengurusan Pemuda Pancasila di berbagai tingkatan.
Ketua Badan Pelaksana Kaderisasi sekaligus Ketua Panitia Diklat Pratama, Nurdin Longgari, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan kaderisasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Menurut Nurdin, kaderisasi menjadi salah satu persyaratan bagi pengurus di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), termasuk ketua, sekretaris, dan jajaran pengurus lainnya, sesuai ketentuan organisasi yang berlaku.
“Harapan kami, kader-kader di seluruh PAC bisa mengikuti kaderisasi Pratama. Semoga tidak ada lagi PAC yang pengurusnya belum mengikuti kaderisasi, karena ini merupakan salah satu syarat dalam AD/ART,” ujarnya Sabtu,(24/9/2026).
Ia menjelaskan, peserta Diklat Pratama berasal dari sekitar 12 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Selain Kota Surabaya, peserta juga datang dari Kabupaten dan Kota Mojokerto, Kabupaten dan Kota Malang, Jember, Probolinggo, Tuban, Sidoarjo, serta sejumlah daerah lainnya.
Kota Surabaya menjadi salah satu daerah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni lebih dari 260 orang. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mencapai 308 orang.
Nurdin menambahkan, pelaksanaan Diklat Pratama juga menjadi momentum untuk memperluas pemerataan kaderisasi di lingkungan Pemuda Pancasila, khususnya pada tingkat PAC.
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi (OK) Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Rudik Setiawan, mengatakan pelaksanaan diklat merupakan bagian dari kebutuhan organisasi dalam menyiapkan kader dan regenerasi kepengurusan.
Menurut Rudik, kegiatan tersebut melibatkan unsur pengurus dan anggota dari berbagai tingkatan, mulai dari KSB, Badan Anak Cabang (BAC), pengurus ranting, hingga Komando Inti (KOTI).
Ia menyebut antusiasme peserta cukup tinggi. Jumlah peserta dari Surabaya yang bergabung dengan perwakilan daerah lain membuat total peserta mencapai 308 orang.
“Diklat ini menjadi momentum yang tepat karena kami juga membutuhkan regenerasi ke depan, baik untuk pengurus MPC maupun kader yang nantinya berpotensi melanjutkan ke tingkat MPW,” katanya.
Rudik menjelaskan, peserta yang masih berusia muda menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Mereka diharapkan dapat melanjutkan proses kaderisasi dan mengambil peran dalam kepengurusan organisasi pada masa mendatang.
Ia juga berharap anggota KOTI yang mengikuti diklat dapat berperan dalam mendukung kegiatan organisasi. Sementara itu, kader di tingkat ranting diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan peran ke tingkat PAC, dan kader PAC dapat melanjutkan ke tingkat MPC sesuai mekanisme organisasi.
“Harapan kami, regenerasi Pemuda Pancasila Kota Surabaya dapat berjalan dengan baik. Banyaknya anggota yang mengikuti diklat diharapkan membantu menyiapkan kader untuk kepengurusan ke depan,” ujarnya.
Melalui Diklat Pratama ini, Pemuda Pancasila diharapkan dapat memperkuat proses kaderisasi, meningkatkan pemahaman organisasi, serta mempersiapkan sumber daya kader yang berkelanjutan di tingkat daerah maupun provinsi.(gal)






































