TKP: Lokasi peledakan bom panci di Kelurahan Arjuna, Bandung. (ist)

BANDUNG | duta.co – Pelaku peledakan bom panci di Lapangan Pandawa, Kelurahan Arjuna, Bandung sempat dikejar para pelajar SMA sebelum akhirnya masuk ke kantor kelurahan setempat. Pelaku juga sempat diajak duel oleh para pelajar tersebut.

Toni (46), salah seorang penjual cakwe, menuturkan, sekitar pukul 08.30 WIB, suasana di Taman Pandawa masih tenang. Hanya terlihat puluhan siswa SMAN 6 Bandung yang tengah berkegiatan olahraga di taman. Namun, suasana mendadak riuh sewaktu sebuah benda meledak di pinggir taman.

Toni yang hanya berjarak puluhan meter dari tempat bom meledak pun terkaget-kaget. “Saya kaget, pas dilihat ada benda seperti panci berwarna putih sebesar helm. Kencang banget ledakannya,” kata Toni di lokasi kejadian, Senin (27/2) siang.

Sesaat setelah bom meledak, kata Toni, pelaku langsung dikejar para siswa sekolah yang sedang berolahraga. Namun, pelaku malah mengacungkan sebilah pisau sambil tertawa.

“Saya lihat orang itu bawa pisau sambil ketawa-ketawa, ayo sini, ayo sini. Anak-anak pun dari jauh menggiring dia (pelaku) sampai akhirnya lari ke kantor Kelurahan Arjuna. Mereka (siswa) meneriaki teroris, teroris,” ucap Toni menirukan kalimat yang dilontarkan pelaku.

SN, pelajar kelas 11 IPS 3 SMAN 6 Bnadung mengaku bersama teman-temannya mengejar pelaku. “Saya ajak duel,” ungkap SN di lokasi kejadian.

SN membenarkan pelaku memegang sebilah pisau. “Saya bilang kalau mau, buang pisau. Dia bilang kalau berani sini,” ungkap SN.

Saat mendenar ledakan, SN mengaku sempat akan menolong orang itu. Tak tahunya dia adalah pelaku bom. “Saya lihat saya merasa kasihan (kepada pelaku). Saya mau bantuin, tapi di belakang saya ada yang teriak itu bom teroris,” beber SN.

Mendengar itu, tanpa pikir panjang SN dan kawan-kawannya langsung memburu pelaku. “Saya kejar pelaku. (Pelaku) bangun kemudian jalan enggak lama pelaku ngeluarin pisau. Terus lari kaya jogging sambil bawa pisau lindungi diri,” ungkapnya.

Sementara itu, Sofian (40), warga lain, sempat berpapasan dengan pelaku. Namun, ia tak mencurigai bahwa pelaku yang mengenakan jaket berwarna hitam itu merupakan teroris.

“Saya pakai motor, saya sempat mau tabrak, tapi ragu. Saya kira anak-anak sekolah sedang berkelahi. Saya lihat dia pakai jaket dan membawa tas. Di belakang tasnya ada kabel,” ungkapnya.

Pelaku masuk Kantor Kelurahan Arjuna. Mengetahui dirinya diburu warga setempat, pelaku langsung melancarkan ancamannya. “(Pelaku) masuk ruangan sebelah kiri diem dulu, nggak lama kemudian masuk itu dia sempet ngancem. Terus saya ajak duel,” kata SN, pelajar tadi.

Pelaku terlihat berlari ke lantai 2. “Dia ke atas bapak-bapak yang di sana ada yang telepon polisi. Saya suruh pekerja staf keluar, ada yang ngumpet di kolong meja,” ungkapnya.

“Terus tersangkanya naik lantai 2 diem di lantai 2 datang polisi meleraikan. Ketika mau ke atas Pak polisi dilempar kursi,” pungkasnya.  hud, net

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry