CENDONO : Suasana ketegangan warga melayangkan protes kepada panitia dan kades di Balai Desa Cendono Kandat (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Protes keras disampaikan saat digelar Pemilihan Badan Perwakilan Desa (BPD) Cendono Kecamatan Kandat pada Selasa malam (14/05/2019) bertempat di balai desa. Mereka pun memprotes penjelasan disampaikan Ketua Panitia, Miftahul Huda, Kades Supriyanto maupun pihak Kecamatan Kandat diwakilkan Kasi Pemerintahan, Gatot.

Dalam penjagaan ketat puluhan aparat Polsek dan Koramil Kandat dihadiri Kapolsek Kandat, Iptu Haryanto dan Danramil Kapten Arifin, karena dikabarkan akan terjadi aksi demo. Suasana tegang terlihat sejak awal, dimana sejumlah orang bergerombolan di depan balai desa.

Mereka mengaku bahwa pihak panitia ini merupakan bentukan kades tanpa melalui musyawarah. Ironisnya, seperti disampaikan Samsuri, warga setempat, tidak adanya sosialisasi terkait pemilihan BPD.

“Selain dua hal tersebut, yang menjadikan kami tidak terima perwakilan calon pengurus dari tiap-tiap RT kemudian dicoret panitia atas perintah kades. Ini bentuk intervensi dan tidak menghargai demokrasi dalam menampung aspirasi warga,” jelas Samsuri aktivis tergabung dari Aliansi LSM dan Ormas se-Kediri Raya (Aloka).

Indikasi terjadinya money politic untuk meloloskan calon titipan juga telah tersebar di kalangan warga, Meski demikian, keberanian dalam menyampaikan pendapat patut diapresiasi kepada warga saat digelar sesi musyawarah. Menciderai demokrasi dan terjadinya intervensi ini menjadikan sosok Mat Sali, pernah menjadi perangkat Desa Cendono langsung angkat bicara saat di forum.

“Seharusnya pihak panitia tidak diberi hak pilih, kemudian sistem pembentukan panitia adalah rekayasa. Terkesan hak pilih kita dibungkam kemudian tata cara pemilihan tidak sesuai aturan. Panitia dan perangkat desa terkesan tidak netral,” jelas Mat Sali, akhirnya lolos terpilih setelah sebelumnya melayangkan protes keras.

Menyikapi protes sejumlah warganya, ditemui usai acara, Kades Supriyanto mengakui bahwa kendalanya surat diterima dari Pemerintah Kabupaten Kediri melalui kecamatan sangat mepet waktunya dan pihaknya harus segera menindaklanjuti. Dimana surat diterima tanggal 22 April, kemudian tanggal 23 harus pembentukan panitia, kemudian tanggal 24 melakukan sosialisasi dengan pemasangan banner di sejumlah titik.

“Sebetulnya tidak ada kendala, karena kita megikuti aturan dari pemerintah kabupaten. Bila ada perbedaan wajar, nyatanya setelah pemilihan semua menerima. Setelah menerima surat edaran, kami segera membentuk panitia dan melakukan sosialisasi. Kemudian dijadwalkan pada 20 Agustus, para pengurus BPD terpilih akan dilantik Bupati Kediri di Pendopo,” jelasnya.

Atas aksi warga ini, Kapolsek maupun Danramil Kandat sepakat meminta semua pihak untuk tidak mempermasalahkan lebih lanjut.

“Semua bagian dari demokrasi, siapapun yang terpilih mari kita dukung dan jangan menjadikan permusuhan di kalangan warga. Mari kita sepakat menjadikan desa ini lebih maju dan makmur,” ucap Iptu Haryanto dihadapan undangan yang hadir. (nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.