BERBAGI ILMU : Dik Doang (kiri) bersama siswa SMA Muhammadiyah Dua Surabaya (Smamda) dalam acara Tabligh Akbar, Senin (27/5). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Jangan sekolahkan anak di usia dini. Karena dengan menyekolahkan mereka saat usia dini akan menyebabkan anak bosan bersekolah apalagi kuliah.

Hal itu diungkapkan penyanyi Dik Doang yang kini hijrah menjadi seorang ustadz. Dik Doang hadir di acara Tabligh Akbar di halaman SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda), Senin (27/5) petang.

Dikatakan Dik Doang, usia satu hingga tujuh tahun adalah usia bermain bagi anak. “Di sini biasanya anak disekolahkan. Padahal itu bukan usia sekolah,” ujarnya.

Usia tujuh hingga 14 tahun itulah masa di mana anak belajar. Ilmu apa saja yang masuk ke mereka akan dicerna dengan baik.

Dan usia 14 hingga 21 tahun adalah usia mereka sendiri. “Artinya apa? Di usia itu mereka tidak akan mendengarkan apa kata orang tua. Mereka akan mendengarkan sahabat-sahabatnya. Makanya jadilah sahabatnya. Jangan menggurui,” jelas Dik Doang.

Karena itu, Dik mengaku di setiap dia memberikan tausiyah tidak pernah menggurui apalagi di depan siswa-siswi. Dia selalu mengajak anak-anak untuk berbicara dari hati ke hati.

Berbicara masalah hati, Dik menekankan kepada siswa-siswi Smamda untuk menggunakan hati bukan hape yang selama ini sudah menjajah kebebasan anak.

Saat berada di depan siswa-siswi Smamda, Dik pun meminta semuanya menyimpan hape di dalam tas selama acara  Tabligh Akbar berlangsung.

“Jangan sibuk sendiri dengan hape. Dulu ibu saya tidak pakai hape dan beliau tahu kalau saya ditabrak motor sampai berdarah-darah. Karena ibu saya pakai hati. Karenanya sekarang, semua harus pakai hati. Kita akan bermesraan dengan Alloh,” jelas Dik.

Kepala Smamda, Astajab mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk memberikan wawasan tentang keislaman kepada para siswa. Selain itu juga memberikan motivasi agar semua bisa menjalankan ibadah dengan baik.

 “Sehingga bisa menjadi insan yang jauh lebih baik dan bertaqwa kepada Alloh SWT,” ujar Astajab. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.