SIDOARJO | duta.co – Safari Ramadan jajaran Muspika Krian yang dipimpin Hj Agustin Iriani SH (Camat Krian) di Masjid Al-Ikhlas, Desa Sidorejo, Senin (19/6/2017) menyuguhkan banyak hal menarik. Dari komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menyikapi kontroversi Kemendikbud soal Sekolah Lima Hari (SLH) sepekan,  sampai pengolahan sampah secara mandiri.

“Terus terang saya memberikan apresiasi kepada pengurus (Takmir) Masjid Al-Ikhlas, memasuki penghujung Ramadan, jamaah tarawih masih sangat banyak. Sementara di tempat-tempat lain, jamaahnya semakin maju. Terima kasih, semoga kita diberi kesempatan untuk memperoleh Lailatul Qadr,” demikian disampaikan Hj Agustin Iriani SH.

Sebelumnya, sebagai ucapan selamat datang, jajaran Takmir Masjid menyampaikan kondisi terkini jamaah. Di antaranya komitmen untuk berbangsa dan bernegara yang baik. Safari Ramadan ini diharapkan mampu memupuk komitmen tersebut sesuai dengan jargon populer ‘Saya Indonesia, Saya Pancasila’.

“Meski belum memiliki pagar besi, Masjid Al-Ikhlas tergolong ‘rapat dan kuat’. Dijamin buletin-buletin radikal, yang biasa menyebut pemerintah toghut tidak bisa masuk. Berkali-kali buletin garis keras ingin masuk, gagal. Yang berkembang di Masjid Al-Ikhlas justru Hizbut Tahlil, bukan Hizbut Togho (kelewat batas red.),” demikian disampaikan Mokhammad Kaiyis dalam sambutan selamat datang.

Sementara Kapolsek Krian, Kompol Widjanarko menyambut baik semboyan NKRI Harga Mati. Kapolsek merasa bangga dengan komitmen kebangsaan dalam bernegara yang disampaikan jajaran ketakmiran. “Saya bangga dan sangat yakin, bahwa, jamaah Masjid Al-Ikhlas telah memiliki komitmen yang kuat dalam berbangsa dan bernegara, terutama dalam menjaga keutuhan NKRI,” jelas Kompol Widjanarko.

Foto bersama usai acara, silaturrahim tak boleh putus. Ketua MUI Krian menyatakan siap untuk membantu segala urusan kemasjidan. (FT/DUTA.CO/BUHADI)

Sebagai Kapolsek yang bertugas menjaga keamanan masyarakat, ia minta agar warga perumahan juga memperhatikan potensi tindak kriminal, terutama menjelang lebaran. Begitu juga potensi penyimpangan anak-anak terhadap narkoba. “Kami siap membantu apalagi ada masalah yang melilit masyarakat termasuk narkoba. Begitu juga apabila ada gangguan keamanan jangan sungkan-sungkan hubungi kami,” jelasnya.

Tak kalah menarik, adalah paparan Camat Krian, Hj Agustin Iriani SH. Selain masalah identitas kependudukan (KTP), Agustin juga menyampaikan program ‘Krian Bersih’ melalui TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu). Setiap desa, atau bahkan setiap RW di Kec. Krian akan disediakan TPST. Tempat ini bukan sekedar lokasi pembuangan sampah melainkan pusat pengolahan, sehingga sampah yang biasanya terbuang begitu saja, bisa dimanfaatkan kembali.

Bu Camat juga menyinggung soal pro kontra Kepmendikbud soal Sekolah Lima Hari (SLH) sepekan. Banyak yang tidak setuju, minta agar Kepmendikbud itu dibatalkan. Terhadap hal ini, saya mohon masyarakat tenang, tidak perlu terbawa dalam polemik, sebab semua sudah ada yang menata.

Diserahkan sebuah cindera mata dari Camat Krian kepada Takmir Masjid Al-Ikhlas Abdul Wahid (kanan), dan Slamet (kiri) yang mewakili Muspika. (FT/DUTA.CO/IST)

Acara yang dipandu Ketua Tim Safari Ramadan Muspika Krian, Aba Munir dari Desa Kraton ini, juga diselingi pemberian cindera mata dari Bu Camat kepada Takmir Masjid Al-Ikhlas. Hadir dalam acara ini, Ketua MUI Krian, KH Salihan Sah bersama KH Sudi Khotib, Tim Safari Drs H Didik Fanani MPd.I, Kepala Desa Sidoarjo Agus Triana, SH beserta seluruh jajarannya. (sov)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan