NGOPI: Dekan FKIP Unisma Dr H Hasan Busri MPd (berkopyah) ditemani Dr Nur Fajar MPd dan dosen-dosen lainnya minum kopi bareng di acara Festival Kopi Unisma (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co -Kopi itu unik dan antik, dimana dalam satu biji kopi bisa mengekspresikan sejuta rasa. Keunikan tersebut ditangkap pula oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisma yang menyelenggarakan Festival Kopi sebagai sarana mempraktekan langsung mata kuliah  Keprotokolan dan Kewirausahaan.

Seperti yang disampaikan oleh Dekan FKIP Universitas Islam Malang (Unisma) Dr Hasan Busri MPd yang mengatakan, Festival Kopi Unisma ini merupakan upaya untuk menerapkan praktek langsung mata kuliah Keprotokolan, pada mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia.

“Karena perguruan tinggi ini bukan hanya teori saja yang diberikan, tapi langsung menerapkan praktek protokoler pada acara atau event nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut Hasan Busri menjelaskan pula, Festival Kopi Unisma ini diselenggarakan cuma satu hari saja, Sabtu (05/01/2019) lalu di halaman parkir belakang komplek kampus Unisma. Dimana dalam acara ini juga digelar Talk Show, Lomba Barista V.60, Lomba Fotografi, dan penampilan Band Lokal.

Dekan FKIP Unisma ini juga mengatakan, “Fakultas ini dikenal unggul dan dijadikan rujukan oleh perguruan tinggi lain, terutama kurikulumnya. Karena kami selalu  menggabungkan hardskill dan softskil dalam mengaplikasikan semua mata kuliah, sebagai bekal mahasiswa kami terjun langsung ke masyarakat,” urainya.

FKIP Unisma memang selalu berupaya bukan hanya mencetak mahasiswanya menjadi guru, tapi sekaligus entrepreuner.

“Kami biasa mengajak mahasiswa untuk keluar observasi ke lembaga pendidikan lain. Supaya mereka melihat bagaimana cara memenej pendidikan, hingga lulusan kami bukan hanya menjadi pendidik saja, tapi pengelolah maupun langsung menjadi pemilik dari sebuah lembaga pendidikan,” tandas Hasan Busri.

Dr Nur Fajar, MPd pembina mata kuliah Keprotokolan, bahwa mata kuliah ini merupakan program unggulan dari mahasiswa semester 7 pada mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

“Melalui Festival Kopi ini kami juga punya misi untuk mengangkat potensi kearifan lokal, namun lebih dari itu, juga sebagai kontribusi ikut memberdayakan ekonomi kerakyatan,” tambahnya .

Nur Fajar juga menuturkan, dalam mata kuliah Keprotokoleran ini mahasiswa FKIP Unisma diajak belajar dalam hal dalam berbagai hal terutama dalam perencanaan acara, pelaksana hingga mengevaluasi acara.

“Ini juga sebagai upaya kami memberdayakan kearifan lokal dengan mengangkat potensi kopi. Dengan merangkul berbagai elemen yang ada di dalamnya, seperti petani, produsen hingga pengusaha kopi  yang ada di Malang Raya,” tandasnya.

Festival Kopi Unisma ini sendiri bertajuk Membangkitkan Kopi Sebagai Kearifan Lokal dengan mengusung tagline Malang Duwe Kopi, yang diikuti 24 produsen kopi di seluruh Malang Raya dan diramaikan dengan grup Band dari Surabaya dan Jogja. (dah)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.